Menristekdikti Resmikan Laboratorium Terhubung Pertama di Dunia di UGM

Kuntadi ยท Rabu, 28 November 2018 - 19:42 WIB
Menristekdikti Resmikan Laboratorium Terhubung Pertama di Dunia di UGM

Menristekdikti Mohamad Nasir saat meresmikan laboratorium terhubung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, di UGM. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan laboratorium terhubung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (27/11/2018). Laboratorium yang dibangun Honeywell (perusahaan teknologi asal Amerika) terkoneksi langsung dengan laboratorium lain di kampus Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui teknologi simulasi canggih dengan kemampuan Augmented Reality dan Virtual reality (AR/VR).

"Saya harap laboratorium ini bisa dimanfaatkan warga kampus dengan sebaik-baiknya," kata Nasir, seusai peresmian, Rabu (27/11/2018).

Dia berharap laboratorium terhubung ini bisa mendukung dan melengkapi laboratorium yang ada di UI dalam bidang teknologi automatisasi gedung serta bidang processing solution dan penyulingan minyak bumi yang ada di ITB. Keberadan laboratorium teknologi simulasi ini diharapkan bisa untuk mendukung kegiatan industri dan proses pembelajaran. Tidak kalah penting, yakni untuk mengembangkan dan menghasilkan karya inovasi teknologi kampus.

“Sebuah universitas akan mati apabila tidak berinovasi. Sebab jumlah penduduk dan sumber daya yang besar tidak menjamin kita sebagai negara pemenang, namun harus punya inovasi,” ujarnya.


Nasir mengaku prihatin dari hasil riset dari perguruan tinggi yang menurutnya belum sejalan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat. Peneliti lebih asyik dengan dunianya sendiri tapi tidak melihat apakah riset yang dilakukannya dibutuhkan atau tidak.

Untuk meningkatkan jumlah riset yang inovatif dan tepat guna, Kemenristekdikti akan mendorong perguruan tinggi untuk melakukan hilirisasi riset serta mempertimbangkan untuk menggabungkan beberapa perguruan tinggi agar terjadi optimalisasi.

“Jumlah perguruan tinggi kita itu ada 4.600-an. Dua kali lipat dari china yang hanya 2.284 dengan penduduk lebih dari 2 milyar,” ucapnya.


BACA JUGA:

Menristek Tegaskan Siapa pun Capresnya Tak Boleh Kampanye di Kampus

Lindungi Hasil Riset, Kemenristekdikti Siapkan RUU Sinas


Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno menyambut baik dengan diresmikannya laboratorium simulasi canggih yang terkoneksi dengan dua laboratorium di kampus UI dan ITB. Dia berharap keberadaan laboratorium ini bisa menarik mahasiswa untuk belajar soal teknologi simulasi di dunia industri.

“Semoga bisa menarik dosen dan mahasiswa sehingga bisa melahirkan banyak inovasi dan kreativitas,” katanya.

Manager Honeywell Building Solutions Yustinus Sigit mengatakan, laboratorium teknologi yang dibangun honeywell di UGM dilengkapi teknologi simulasi canggih yang akan terhubung dengan dua laboratorium di UI dan ITB melalui teknologi awan (cloud).

“Laboratorium ini untuk yang pertama kalinya di dunia. Kami menghubungkan ketiga laboratorium lewat teknologi awan. Tujuannya agar ketiga kampus dapat berkolaborasi dalam mengembangkan pengetahuan para calon insinyur masa depan Indonesia,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw