Menteri Yohana Prihatin Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat

Kuntadi ยท Jumat, 09 November 2018 - 18:04 WIB
Menteri Yohana Prihatin Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat

Menteri PPPA Yohanna Susana Yembise menerima plakat saat memberikan kuliah umum di ruang Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Jumat (9/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kasus kekerasan yang menimpa perempuan di Indonesia cukup tinggi. Satu dari tiga perempuan dengan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan. Baik kekerasan secara fisik ataupun seksual.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohanna Susana Yembise mengatakan, temuan kasus kekerasan pada perempuan ini terus meningkat. "Dalam 12 bulan terakhir, satu dari 10 perempuan pernah mengalami," ujar Yohanna saat memberikan kuliah umum di ruang Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Jumat (9/11/2018).

Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana Fakultas Geografi yang bertajuk Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia.

Kementerian PPPA, kata dia, saat ini memiliki program untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kekerasan harus diakhiri, baik dalam kaitan kekerasan secara fisik ataupun kekerasan seksual.

Bahkan tidak hanya itu, kasus perdagangan manusia juga menjadi salah satu program. Dalam human trafficking ini, perempuan dan anak kerap menjadi korban. "Kita harus akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan," tandasnya.

BACA JUGA:

Mahasiswi Fisipol UGM Korban Pelecehan Seksual Alami Depresi Berat

Kasus Kekerasan pada Perempuan di Indonesia Capai Angka 348.446

Untuk menekan kasus ini, Kementerian PPPA menggandeng kampus yang dianggap responsif gender agar ramah terhadap perempuan dan anak. Kampus diharapkan bisa menjadi pioner dan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat. "Sudah ada 10.000 sekolah di Indonesia yang sudah melaksanakan program sekolah responsif gender,” tandasnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki