Meski Dikepung Bencana, BPBD DIY Tak Tetapkan Status Darurat Bencana

Kuntadi, Gunanto Farhan ยท Rabu, 20 Maret 2019 - 11:02 WIB
Meski Dikepung Bencana, BPBD DIY Tak Tetapkan Status Darurat Bencana

Tim SAR gabungan bersama warga terus mencari dua warga yang diduga tertimbun tanah longsor di Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa pagi (19/3/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak akan menetapkan status darurat bencana meskipun ribuan rumah di wilayah itu terendam banjir dan longsor. Bahkan, di Bantul ada tiga korban jiwa dan dua lainnya masih dalam pencarian.

“Kami tidak akan menetapkan status darurat bencana,” kata Manager Pusdalops BPBD DIY, Danang Syamsurizal, usai rapat koordinasi penanganan bencana, Selasa (19/3/2019) sore.

BACA JUGA:

Pencarian 2 Korban Longsor di Imogiri Bantul Terkendala Hujan Deras

5 Warga Bantul Tertimbun Longsor, 2 Tewas dan 2 Orang Masih Hilang

Banjir dan Longsor di Bantul, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat Seminggu

Keputusan ini diambil setelah semua stake holder terkait penanganan bencana dikumpulkan dalam rapat koordinasi. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pemeintah daerah (pemda) lima kabupaten/kota dan Pemprov DIY, serta berbagai pihak lain.

Semuanya memaparkan dan menganalisa dampak bencana yang timbul pada Minggu lalu. Hasilnya, semua sektor yang terdampak banjir dan tanah longsor mulai dari infrastruktur, sosial budaya, ekonomi produktif, pemerintahan dan lingkungan, masih bisa menangani.

“Semua stake holder mampu merespons dampak bencana dan sudah ada kesiapan sumber dayanya,” katanya.

Sampai saat ini, BPBD DIY belum bisa menghitung berapa nilai kerugian. Tim di lapaan masih terus turun di lapangan untuk melakukan pendataan dan inventarisasi.

Sementara itu, pencarian jasad Eka Supadmi dan Rufi Kusuma Putri, yang menjadi korban tanah longsor di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, masih dilakukan. Pencarian pada Selasa pagi (19/3/2019) kemarin sempat terkendala hujan deras yang menguyur kawasan ini.

Tim memilih menunda karena kondisi tanah yang masih labil. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Selasa siang dengan menggunakan alat berat dan melibatkan tim SAR, TNI, Polri dan juga dari relawan. Namun sampai pukul 19.00 WIB, pencarian belum mambuahkan hasil dan terpaksa dihentikan.

Rabu pagi ini, pencarian dilanjutkan engan melibatkan tim yang lebih banyak. Alat berat yang diturunkan juga ditambah untuk mempercepat proses pencarian.


Editor : Maria Christina