Meski Sudah Damai, Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Tetap Berlanjut

Kuntadi ยท Selasa, 05 Februari 2019 - 17:42 WIB
Meski Sudah Damai, Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Tetap Berlanjut

Mahasiswa UGM menggelar aksi bertajuk UGM Darurat Kekerasan Seksual sebagai keprihatinan atas kasus pemerkosaan mahasiswi UGM saat KKN di Maluku, Kamis (8/11/2018). (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id – Meski sudah ada kesepakatan damai antara tersangka dan korban dugaan kasus pemerkosaan mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM), pihak pelapor belum mencabut laporannya ke kepolisian.

Pelapor yang juga kepala PK3L UGM, Arif Nur Cahyo, mengaku belum tahu jika antara HS dan AN telah sepakat berdamai. Walau hal ini sudah disampaikan Rektor UGM, dia belum berencana mencabut laporannya ke polisi.

"Kita tunggu proses hukumnya. Belum tahu akan dicabut atau tidak. Kita belajar dari hukum," kata Arif saat dikonfirmasi wartawan di Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta (DIY), Selasa (5/2/2019).

BACA JUGA: Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Akhirnya Diselesaikan secara Internal

Menurut dia, laporan kasus ini awalnya karena pertimbangan modal dan professional. Salah satunya atas kondisi sosial mahasiswa dan keamanan mereka saat melakukan kuliah kerja nyata (KKN).

Dia mengatakan, ini menjadi tanggung jawabnya sebagai Kepala Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK3L). Peristiwa ini, kata Arif, masuk dalam urusan ranah kampus dan hukum.

"Sebagai alumni dan tempat bekerja, saya ingin ada titik terang," ujar dia.

Terkait adanya kesepakatan, menurutnya, patut diapresiasi. Walau damai tak selalu menjadi solusi, setidaknya akan menjadi langkah penting bagi UGM untuk menjamin agar tidak terjadi kasus seperti itu.

BACA JUGA: Ungkap Kasus Perkosaan Mahasiswi UGM, Polda DIY Langsung ke Maluku

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto mengatakan, dugaan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polda DIY juga sejauh ini belum menerima surat dari UGM mengenai kesepakatan damai kedua belah pihak.

"Belum ada surat," ujarnya.

Senada dengan Arif, pihak kepolisian masih akan terus memproses kasus tersebut, karena dengan adanya kesepakatan damai bukan berarti membuat kasus ini berhenti.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal