Modus Minta Sumbangan, Nama Wartawan Dicatut Tipu Sejumlah Pejabat di Kulonprogo

Kuntadi ยท Jumat, 13 September 2019 - 19:04 WIB
Modus Minta Sumbangan, Nama Wartawan Dicatut Tipu Sejumlah Pejabat di Kulonprogo

Sekretaris Diskominfo Kulonprogo Heri Darmawan menunjukkan SMS penipuan yang mencatut nama wartawan. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pesan singkat berisi permintaan sumbangan beredar di kalangan pejabat di Pemkab Kulonprogo. Isi pesan itu meminta sumbangan dengan dalih ada rekan wartawan yang sakit dan butuh bantuan keuangan.

Mengejutkannya, jika tidak mendapat respons yang baik dari pejabat. Oknum yang mengirim pesan singkat marah-marah, bahkan mengeluarkan kalimat tak pantas seperti meneror. Hal ini pun meresahkan pejabat maupun wartawan yang biasa meliput lantaran nama mereka dicatut untuk penipuan modus minta sumbangan.

Informasi yang dirangkum iNews.id, pesan singkat ini beredar di kalangan pejabat sejak Rabu (11/9/2019). Saat itu ada sejumlah pejabat yang menerima SMS dari seseorang yang mengatasnamakan Hendri. Dia mengaku merupakan salah satu wartawan Kulonprogo dan mengabarkan jika Singgih (wartawan yang lain) sedang sakit dan menjalani perawatan intensif di RSUP dr Sardjito. Atas kondisi itu, pelaku meminta kerelaan dari para pejabat untuk transfer sejumlah uang ke nomor rekening yang disebut istri Singgih.

BACA JUGA: Program KB Diakui Internasional, BKKBN Gelar Pelatihan untuk 5 Negara Berkembang

“Jadi hampir semua kepala bidang dan kepala seksi mendapat SMS ini. Karena curiga saya tanya ke wartawan yang lain dan ternyata tidak ada yang sakit,” ujar Kabid Angkutan dan Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Hera Suwanto, Jumat (13/9/2019).

Senada disampaikan Sekretaris Diskominfo Kulonprogo Heri Darmawan. Dia mengakui jika banyak pejabat esselon II hingga esselon IV yang menanyakan kepada dirinya soal kebenaran informasi yang SMS minta sumbangan tersebut. Hal ini karena Diskominfo merupakan lembaga yang menaungi keberadaan wartawan.

“Kami pastikan semua wartawan sehat dan tidak ada yang sakit. SMS itu penipuan dan kami sudah bagikan ke beberapa grup di Pemkab Kulonprogo agar diabaikan saja,” kata Heri.

Sementara Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) Asrul Sani meminta agar masyarakat dan ASN tidak menanggapi adanya SMS tersebut. Dipastikan pesan ini penipuan karena kedua nama wartawan yang dicatut melakukan tugas peliputan seperti biasa dan tidak dalam kondisi sakit.

Dia juga mengaku prihatin dengan adanya SMS dari oknum yang mengatasnamakan wartawan. Hal itu dinilainya sangat merusak nama baik dan citra wartawan.

“Kami pastikan itu penipuan dan tidak perlu ditanggapi. Jika ragu dengan wartawan bisa datang ke Media Center,” ucapnya.


Editor : Donald Karouw