Muncikari Online di Yogya Hubungi Pelanggan Pilih PSK lewat Medsos

Kuntadi ยท Senin, 18 Maret 2019 - 18:35 WIB
Muncikari Online di Yogya Hubungi Pelanggan Pilih PSK lewat Medsos

Prostitusi online di Yogyakarta yang melibatkan mahasiswi dan SPG dilakukan melalui media sosial. (Foto: SINDOnews)

SLEMAN, iNews.id – Dua muncikari prostitusi online di Yogyakarta berinisial CK (33) dan HP (25) ditangkap Ditreskrimsus Polda DIY.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya berupa uang tunai sebesar Rp1,1 juta untuk transaksi.  Selain itu, alat kontrasepsi, kartu kamar hotel dan juga rekening koran atas nama tersangka.

Kasubdit 5 Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Edi Sutanto mengatakan, praktik prostitusi online ini terbongkar setelah ada dua laporan masyarakat masuk ke Polda DIY. Laporan tersebut masuk ke Pold DIY pada 7 dan 12 Maret.

“Dari kedua laporan itu, dilakukan penyelidikan hingga pada 13 Maret kedua pelaku bisa diamankan,” kata Edi dalam gelar perkara di Mapolda DIY, Senin (18/3/2019).  

Dalam aksinya, kedua muncikari ini berhubungan dengan para pelanggan melalui jaringan media sosial. Melalui pesan inilah pelanggan harus membayar Rp300.000 kepada muncikari untuk melihat angel.

“Begitu membayar dia akan diberikan link media sosial untuk memilih PSK yang ditawarkan. Kalau terjadi transaksi, muncikari ini akan mendapati 30 persen, dan selebihnya untuk PSK,” bebernya. 

BACA JUGA:

Jadi Germo, Mahasiswi dan Ibu Hamil Tua Ditangkap Polda DIY

Sekali Kencan Rp3 juta, PSK Online di Yogya Libatkan Mahasiswa dan SPG 

Edi mengungkapkan, para angel (sebutan untuk PSK) berasal dari kalangan mahasiswa, sales promotion girls (SPG) hingga beberapa pekerjaan lain. Dalam sekali kencan, mereka mendapatkan bayaran hingga Rp3 juta.

Tersangka CK ini memiliki sekitar 20 angel. Sedangkan HP memiliki 15 angel dan ada satu yang dalam kondisi hamil. Mereka ini sudah beroperasi sekitar dua tahun belakangan. “Antara CK dan HP ini beda jaringan, tetapi keduanya sudah dua tahun menjalankan profesinya,” kata Edi.   

Para angel yang dikelola kedua muncikari itu, kata Edi, berasal dari beragam kalangan. Sebagian besar merupakan mahasiswa dan SPG, meski ada pekerja lain. Untuk kencan singkat atau short time, mereka mematok tarif Rp3 juta. “Muncikari ini dapat 30 persen dari setiap transaksi, dan selebihnya untuk para angel,” katanya.

Akibat perbuatannya, kata Edi, tersangka CK akan dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU 19/2016 dan Pasal 296 KUHP. Sedangkan HP dijerat Pasal 45 (1) juncto Pasal 27, ditambah Pasal 2 ayat (1) UU 21/2007 tentang Perdagangan Orang, serta Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) UU 44/2008 tentang Pornografi.




Editor : Kastolani Marzuki