Musim Penghujan, Bandara Adisutjipto Intensifkan Pengawasan Airside

Kuntadi ยท Kamis, 29 November 2018 - 12:07 WIB
Musim Penghujan, Bandara Adisutjipto Intensifkan Pengawasan Airside

Ilustrasi pesawat tergelincir. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA, iNews.id – General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, bertekad untuk mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penerbangan selama musim penghujan.

Dia mengatakan, pihaknya akan lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaan, khususnya di area airside. Area ini sangat penting karena menjadi tempat pergerakan pesawat.

"Makanya harus benar-benar mendapatkan perhatian agar tidak ada permasalahan pesawat, baik saat landing maupun take off," kata Agus di kantornya Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (29/11/2018)

BACA JUGA: Pesawat Air Fast Tergelincir di Bandara Juanda, Roda Utama Patah

Pemeliharaan sempat dilakukan pada Rabu (28/11/2018) kemarin, karena ada permukaan aspal yang terkikis. Kondisi ini menimbulkan weak spot di area airside, tepatnya di 450 meter dari runway 09 (timur), 200 meter dari touchdown area dan 50 meter dari S2.

"Saat itu petugas teknik langsung melakukan perawatan dan perbaikan, agar bisa kembali dipakai untuk penerbangan," terangnya.

Kondisi ini menyebabkan ada sembilan penerbangan dari sejumlah maskapai, tertunda. Untungnya, proses perawatan tak berlangsung lama, sehingga satu jam kemudian penerbangan kembali normal.

BACA JUGA: Bandara NYIA Diharapkan Mampu Optimalkan Ekspor DIY

Dampak musim penghujan, telah menyebabkan pesawat Garuda boeing 737-86 N dengan nomor penerbangan GIA 210 sempat tergelincir di landasan pacu pada Minggu (25/11/2018) lalu. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dampak lainnya yang sempat mengganggu penerbangan terjadi pada awal bulan lalu. Ribuan laron beterbangan di sekitar runway. Ini memancing burung-burung berdatangan ke sana.

Petugas pun segera merespons dan mengeluarkan mobil untuk mengusir burung-burung ini. Meski begitu akibat laron, sejumlah penerbangan terpaksa ditunda.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal