Ngabuburit, Kemendikbud Gelar Pameran di Masjid Kauman

Kuntadi · Minggu, 19 Mei 2019 - 12:55 WIB
Ngabuburit, Kemendikbud Gelar Pameran di Masjid Kauman

Kemendikbud menggelar pameran di Masjid Kauman Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

YOGYAKARTA, iNews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Pameran Ngabuburit di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah mendokumentasikan masjid-masjid tertua di Indonesia.

Kepala Subdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Dirjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman Kemendikbud, Desse Yussubrasta mengatakan, sementara ini fokusnya di masjid wilayah Jawa dan Madura. Tujuannya untuk memberikan informasi ke masyarakat luas keberadaan masjid bersejarah ini.

"Untuk mendokumentasikan, menyebarkan informasi masjid-masjid tua yang ada di Indonesia," kata Desse di sela-sela acara, Minggu (19/5/2019).

BACA JUGA: Berusia 1,5 Abad, Masjid Tua Raja Turikale di Kabupaten Maros Miliki 21 Pintu

Menurut dia, Kemendikbud sebenarnya sudah mencetak ke dalam buku terkait beberapa masjid yang sudah didokumentasikan. Namun jumlah cetakannya masih sangat terbatas. Bagi komunitas yang ingin tahu lebih banyak, silakan bersurat secara resmi.

"Kami akan bagikan kepada komunitas yang menyurati kami," ujar dia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengapresiasi kegiatan ini. Setidaknya hasilnya akan menjadi penanda perjalanan bangsa dalam mengikuti peradaban zaman. Dia juga membenarkan kalau Masjid Gedhe Kauman ini merupakan masjid tertua di Jawa yang dulunya menjadi pusat kegiatan syiar Islam.

Keberadaan masjid, kata Heroe, tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga tempat pertumbuhan masyarakat dari yang sifatnya budaya, sosial dan juga pertumbuhan seni.

BACA JUGA: Masjid Agung Demak, Simbol Toleransi Beragama dan Akulturasi Islam di Pulau Jawa

"Kita patut bersyukur diberikan penanda bagaimana Islam berkembang di Yogyakarta, sebagai pusat kerajaan di Jawa dan pusat agama Islam," ujarnya.

Yogyakarta menjadi pusat kota toleransi, karena sejak awal membangun semua kultur yang ada bisa masuk semua. Keberadaan Cagar budaya juga tersebar di semua wilayah. Setidaknya ada lima yakni, Keraton, Malioboro, Kota Baru, Pakualaman dan Kotagede.

"Ini semakin memperkuat bagaimana Yogyakarta eksis dengan nilai dasar bangunan utama yang masih dijaga yang tidak lekang oleh zaman," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal