ORI dan Polda DIY Bahas Bersama Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Antara ยท Senin, 07 Januari 2019 - 16:05 WIB
ORI dan Polda DIY Bahas Bersama Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Suasana demo mahasiswa UGM yang meminta pengusutan tuntas kasus dugaan pemerkosaan seorang mahasiswi saat KKN di Pulau Seram, Maluku. (Foto: dok iNews)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi Markas Polda DIY, Senin (7/1/2019). Kedatangannya untuk membahas bersama mengenai perkembangan penanganan kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Hari ini ORI Perwakilan DIY melakukan pertemuan dengan diterima langsung pak Kapolda dan jajarannya," kata Ketua ORI Perwakilan DIY Budi Masthuri, seusai pertemuan tersebut.

Dia menjelaskan, dalam pertemuan yang diikuti Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dhofiri membicarakan ihwal data dan informasi. Baik data yang dimiliki polisi maupun ORI DIY, selama menangani kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi saat program KKN di Pulau Seram, Maluku, pada 2017.

"Karena pada saat yang sama Polda juga menangani sehingga perlu juga berdiskusi mengenai perkembangan penanganan di masing-masing instansi," ujar Budi.

BACA JUGA: ORI DIY Ancam Panggil Paksa Rektor UGM soal Kasus Pencabulan Mahasiswi

Menurut Budi, koordinasi itu sejalan dengan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati antara Mabes Polri dan ORI Pusat terkait kerja sama penyelesaian laporan dan pengaduan di kedua instansi tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan, kedatangan pimpinan ORI DIY antara lain bertujuan mencari informasi berkaitan dengan apa yang telah dilakukan oleh penyidik Polda DIY. "Karena peristiwa ini sudah masuk tahap penyidikan sehingga ORI berkepentingan mencari informasi dari Polda," ucap Yulianto.

Menurutnya, hingga saat ini penyidikan kasus itu masih terus berjalan dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Dia memastikan hingga saat ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

"Sampai sekarang belum ada penetapan tersangka. Masih banyak yang harus diperiksa lagi. Nanti hasil pemeriksaan akan digelarkan dulu untuk menentukan langkah selanjutnya," tuturnya.


Editor : Donald Karouw