ORI DIY Ancam Panggil Paksa Rektor UGM soal Kasus Pencabulan Mahasiswi

Gunanto Farhan ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 16:54 WIB
ORI DIY Ancam Panggil Paksa Rektor UGM soal Kasus Pencabulan Mahasiswi

Ketua ORI Perwakilan DIY, Budi Masthuri saat jumpa pers terkait kasus dugaan pencabulan mahasiswi UGM di Kantor ORI Perwakilan DIY. (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY akan memanggil paksa Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Panut Mulyono untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait kasus dugaan pencabulan mahasiswi dalam program kuliah kerja nyata (KKn).

Dugaan pencabulan itu menimpa An, mahasiswi UGM yang dilakukan rekannya sendiri berinisial Hs, saat mengikuti program KKn di Pulau Seram, Maluku, pada Juli 2017 lalu. Hingga saat ini kasus tersbeut tak kunjung terselesaikan.

Ketua ORI Perwakilan DIY, Budi Masthuri mengatakan, ORI Perwakilan DIY telah berupaya menemui rektor UGM untuk meminta keterangan dan klarifikasi terkait kasus tersebut, namun rektor dinilai tidak mempunyai iktikat baik untuk menemui Ombudsman.

“Kami (Ombudsman) akan memanggil paksa terhadap Rektor UGM Panut Mulyono apabila yang bersangkutan tidak hadir setelah tiga kali surat panggilan dilayangkan,” kata Budi, Rabu (2/1/2019).

BACA JUGA:

Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, Polda DIY Sudah Periksa 19 Saksi

Polda DIY Gandeng Polda Maluku Tangani Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM

Mahasiswi UGM Diperkosa, Dekan Fatek: Pelaku HS Sudah Kami Beri Sanksi

Sebagai lembaga negara, kata dia, Ombudsman juga akan berkoordinasi dengan Polda DIY terkait pemanggilan paksa tersebut. Menurut dia, upaya pemanggilan paksa dilakukan sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia Pasal 31 tentang Kewenangan untuk Menghadirkan Paksa dengan bantuan aparat kepolisian.

Budi juga menilai pihak rektorat UGM berlarut-larut dan melakukan maladmisnistrasi dalam kasus yang telah terjadi lebih setahun tersebut.

Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebelumnya sudah memeriksa 19 saksi terkait dengan kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan terhadap mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) saat KKN di Pulau Seram, Maluku pada 2017.

"Sampai sekarang sudah ada 19 saksi yang sudah diperiksa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Komisaris Besar Polisi Hadi Utomo di Mapolda DIY, Senin (31/12/2018).

Dekan Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Nizam mengungkapkan, telah memberi sanksi terhadap mahasiswanya berinisial HS. Dia diduga sebagai pelaku pemerkosaan terhadap mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) saat kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku, pertengahan 2017 silam.

"Pelaku seharusnya wisuda Agustus lalu, namun belum diluluskan karena masih harus menjalani sanksi dari pimpinan universitas berdasar rekomendasi tim independen," kata Nizam di Yogyakarta, Kamis (8/11/2018).


Editor : Kastolani Marzuki