Pakualam X Minta Sekaten Tak Hilangkan Unsur Religi dan Budaya

Kuntadi ยท Jumat, 02 November 2018 - 23:10 WIB
Pakualam X Minta Sekaten Tak Hilangkan Unsur Religi dan Budaya

Wakil Gubernur Pakualam X didampingi Wawali Yogyakarta Heroe Purwadi membuka Sekaten di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Jumat (2/11/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Utara Yogyakarta, resmi dibuka, Jumat (2/11/2018). Sekaten tahun ini diharapkan tetap mengedepankan nuansa budaya sebagai makna asli sekaten untuk promosi wisata dan hiburan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam X mengatakan, Sekaten tahun ini harus bisa memberikan makna kepada pengunjung agar tahu makna perayaan tersebut. “Unsur esensial sekaten adalah pada nilai-nilai budaya. Setidaknya ada tiga hal pokok yang harus ada dalam perayaan sekaten. Yakni dibunyikannya gamelan, pengajian maulid Nabi dan juga upacara Gerebek Sekaten,” kata Pakualam X saat membuka PMPS.

Dia menuturkan, setiap Sekaten, ada dua gamelan yang wajib dibunyikan, yakni Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu. Gamelan ini akan dibunyikan setiap hari selama selama tujuh hari bertutur-turut. Kecuali pada Kamis malam atau malam Jumat hinga Jumat siang. 

Dalam rangkaian peringatan Sekaten, di Masjid Agung Kauman juga digelar peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW atau dikenal dengan Maulid Nabi. Semua abdi Keraton, kerabat, masyarakat akan hadir dalam kegiatan itu.

Acara itu biasanya ditutup dengan hajatan Gunungan Sekaten yang diperebutkan bertepatan dengan Maulid Nabi. “Dalam perkembangannya Sekaten, nilai religi dan budaya harus ada. Ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Pakualam.

Dia menjelaskan, Sekaten kental dengan nuansa religi karena  berasal dari kata syahadatain (dua kalimat syahadat). Sejarah Sekaten juga tidak bisa lepas dari peran Walisongo dalam penyebaran agama Islam, di tengah kehidupan masyarakat Hindu dan Budha di Indonesia. “Kita harus realisasikan nilai sejarah sekaten dan memaknai sebagai media dakwah,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Purwadi mengatakan, ada 512 stan yang dibuka dalam sekaten kali ini. Jumlah tersebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Sekaten tahun ini digelar lebih singkat karena hanya sekitar 18 hari dan akan berakhir di 19 November 2018. “Tahun ini lebih semarak, dan hampir semua stan telah terjual,” tandas Heru.

 


Editor : Kastolani Marzuki