Pedagang Malioboro Keberatan dengan Rencana Uji Coba Pedestrian

Kuntadi · Selasa, 11 Juni 2019 - 02:10 WIB
Pedagang Malioboro Keberatan dengan Rencana Uji Coba Pedestrian

Jalur pedestrian di sepanjang Jalan Malioboro. (Foto: Dok iNews).

YOGYAKARTA, iNews.id – Perkumpulan Pengusaha Malioboro - Ahmad Yani (PPMAY) Yogyakarta, keberatan dengan rencana penerapan jalur pedestrian di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani.

Mereka khawatir kebijakan ini akan banyak menimbulkan permasalahan baru di lapangan. Alasannya kantong parkir di Malioboro belum siap.

Ketua PPMAY, Sadana Mulyono, mengaku khawatir penerapan kawasan pedestrian yang bebas dari kendaraan bermotor di Malioboro akan berdampak terhadap omzet toko.

BACA JUGA: Jaga Keselamatan Penumpang, Andong Malioboro Wajib Miliki Surat Izin

"Tidak masalah diujicobakan, pasti masalah akan mengerucut," kata dia kepada wartawan di Kota Yogyakarta, DIY, Senin (6/10/2019).

Selama ini, belum banyak komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan larangan kendaraan bermotor melintas. Hanya dengan beberapa pengusaha saja.

Menurut dia, jika memang akan diterapkan, pemerintah harusnya menyiapkan sarana pendukung. Salah satu masalah krusial adalah belum tersedianya kantong parkir yang memadai.

"Penuhi dulu lorong-lorong untuk parkir dulu baru diterapkan agar belanjanya lebih dekat," ujarnya.

Selain jarak yang jauh, Sadana melihat akses transportasi yang ada belum pasti diminati pengunjung. Ketika ditutup, hanya ada andong dan becak saja nantinya. Sedangkan satu-satunya moda transportasi yang melintas hanya transjogja.

"Silakan diujicobakan, kalau tidak ada pembuktian mau apa," kata dia.

PPMAY sendiri memiliki anggota sekitar 220 pengusaha yang membuka toko di sepanjang jalan ini. Dengan penerapan ini, dipastikan mereka akan kesulitan untuk melakukan bongkar dagangan.

Sebab jika dilakukan malam hari, pasti biaya akan lebih besar. Tidak mungkin karyawan dipaksa sampai malam tanpa ada uang lembur.

BACA JUGA: Libur Lebaran, Kusir Andong Malioboro Keluhkan Sepinya Penumpang

"Kendaraan kami saja ditempatkan di kantong-kantong parkir," katanya.

Sekda DIY, Gatoto Saptadi mengaku wajar saja ada penolakan dari para pengusaha. Saat ini mereka baru akan melakukan uji coba.

Dari sanalah, kata dia, akan diketahui permasalahan apa saja yang muncul, dan akan dibuatkan langkah-langkah optimal untuk meminimalisasi masalah.

"Kalau tidak diujicoba, kita tahu (masalahnya). Wajar ada penolakan," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal