Pedagang Pasar Beringharjo Semringah Dagangannya Diborong Iriana Jokowi

Kuntadi ยท Sabtu, 07 September 2019 - 02:30 WIB
Pedagang Pasar Beringharjo Semringah Dagangannya Diborong Iriana Jokowi

Ibu Negara Iriana Jokowi saat membeli baju batik di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kehadiran ibu Negara Iriana Jokowi, ke Pasar Beringharjo, Yogyakarta, membuat para pedagang di pasar tradisional terbesar itu semringah.

Kunjungan Ibu Negara itu diharapkan mampu mengangkat citra pasar tradisional sebagai tujuan untuk mencari oleh-oleh ketika berkunjung di Yogyakarta.

Salah seorang pedagang, Ny Tutik Dedi mengaku tidak menyangka Iriana Jokowi akan mampir di kiosnya. Bahkan, Ibu Negara juga membeli dua gamis warna biru muda.

Tanpa menawar, Iriana membeli dua potong gamis setelah melihat-lihat koleksi yang dimilikinya. “Begitu memilih langsung cocok dan membeli dua biji (gamis) warna biru muda,” kata Tutik, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA: Iriana Jokowi dan Mufidah Beli Kaus untuk Cucu Rp50.000 di Pasar Beringharjo

Menurut dia, saat ini kondisi Pasar Beringharjo dari tingkat transaksi penjualan sedang sepi. Biasanya, penjualan akan ramai pada musim liburan panjang atau long weekend.

Setiap potong pakaiana dijual dengan harga bervariasi antara Rp25.000 dan termahal Rp1 juta untuk batik sutera.

Kepada Iriana, Tutik mengaku tidak menawarkan harga. Namun ibu negara yang menunjuk koleksi yang dimilikinya begitu cocok langsung dibayar. “Mudah-mudahan ini menjadi berkah ya,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Nency Retno mengaku Iriana membeli tiga potong blus dengan motif wayang. Setiap satu potongnya dijual Rp135.000. “Saya tidak menawarkan di sini semua harga pas,” ucapnya.

Nency berharap Iriana bisa menjadi magnet untuk mengembalikan kejayaan pasar tradisional. Orang saat ini semakin terbiasa membeli pakaian di toko dan mal. Padahal kualitasnya hampir sama dengan harga yang lebih mahal. “Semoga kunjungan ini menjadikan pasar semakin ramai di kunjungi dan dagangan bisa laris,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki