Pemerintah Daftarkan Pencak Silat, Gamelan dan Pantun sebagai Warisan Budaya ke Unesco

Kuntadi ยท Selasa, 05 November 2019 - 21:30 WIB
Pemerintah Daftarkan Pencak Silat, Gamelan dan Pantun sebagai Warisan Budaya ke Unesco

Olahraga bela diri tradisional, pencak silat diajukan sebagai warisan dunia ke Uniesco. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajukan pencak silat, gamelan, dan pantun sebagai warisan budaya dunia ke Unesco.

Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Binsar Simanullang mengatakan, tahun ini diajukan pencak silat ke Unesco yang segera disidangkan.

“Tahun 2020 ada pantun yang kita usulkan. Sedangkan 2021 juga mengusulkan gamelan dan akan disidangkan 2021,” katanya di-sela-sela pembukaan 7th Asean Traditional Textile Symphosium di Royal Ambbarrukmo Hotel, Yogyakarta, Selasa (5/11/2019).

Dia menjelaskan, Kemendikbud telah menetapkan 1.086 warisan budaya yang ada di Indonesia. Sebanyak 39 warisan budaya di antaranya berkaitan dengan tekstil tradisional yakni, kain ulos, tenun dan batik.

“Warisan budaya tak Benda adalah identitas bangsa, sehingga perlu untuk dilestarikan,” katanya.

BACA JUGA: UNESCO Mulai Evaluasi Pengakuan Batik, Jokowi: Kita Harus Kerja Keras Melestarikannya

Binsar mengatakan, upaya pelestarian kain tradisional terus dilakukan di beberapa daerah. Salah satunya peringatan Hari Batik di Solo yang dihadiri Presiden Jokowi. 

Untuk melestarikan tekstil tradisional ini, kementerian mendorong adanya kerja sama antarkomunitas tekstil antarnegara maupun dengan perajin dan stakeholder yang terlibat.

Kemendikbud, kata Binsar, setiap dua tahun sekali mengajukan warisan budaya ke Unesco untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Mereka terus menjaring warisan budaya yang ada di Indonesia dengan membentuk tim. “Mana yang cocok dan urgen kemudian diajukan ke Unesco untuk dilakukan penilaian,” ucapnya.

Binsar mengaku sangat mendukung simposium tersebut karena menjadi salah satu upaya melaksanakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Di mana dalam tekstil tradisional ini ada 39 warisan budaya yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya. Baik Ulos, Tenun ataupun batik. Bahkan Batik telah ditetapkan sabagai salah satu warisan budaya dunia. “Ini adalah bagian dari budaya bangsa yang harus dilindungi,” ucapnya.  

BACA JUGA: 10 Negara Ikuti Test Event Pencak Silat 

Wakil Ketua 7th ATTS, GKR Hemas mengatakan, perkembangan industri kain tradisional di Indonesia terus berkembang. Dari material bahan yang digunakan maupun teknik pewarnaan.

“Dulu batik hanya menggunakan primissima atau mori. Namun saat ini semakin maju dan sudah menggunakan kain sutera,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki