Pemkab Kulonprogo Akhirnya Ratakan Tambak-Tambak Udang di Selatan Bandara YIA

Kuntadi ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 12:39 WIB
Pemkab Kulonprogo Akhirnya Ratakan Tambak-Tambak Udang di Selatan Bandara YIA

Petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Kulonprogo menertibkan tambak-tambak udang di di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kecamatan Temon, Rabu (31/7/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo akhirnya bertindak tegas menertibkan tambak-tambang udang di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kecamatan Temon. Petugas telah meratakan kolam-kolam tambak udang itu menggunakan dua alat berat, Rabu (31/7/2019).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Kulonprogo, Sudarna mengatakan, penertiban itu sebagai bentuk ketegasan pemkab dalam menata areal kawasan pesisir selatan Kulonprogo. Lokasi ini akan dijadikan sabuk hijau atau green belt untuk kepentingan mitigasi bencana.

“Hari ini, target kami ada enam sampai sembilan tambak yang akan diratakan,” kata Sudarna di sela penertiban tambak di pesisir Congot, Kulonprogo, Rabu (31/7/2018).


BACA JUGA: Petambak Udang Diminta Segera Kosongkan Lahan di Selatan Bandara YIA


Kondisi tambak yang ditertibkan sudah kosong. Pemilik tidak lagi menebarkan benih baru karena memang Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Kulonprogo telah menyampaikan peringatan agar segera dikosongkan. Penertiban akan dilakukan bertahap sampai bulan Oktober mendatang.

“Bagi pemilik yang sudah menebarkan benih, kami ingatkan maksimal 30 Oktober mendatang harus sudah kosong semuanya. Lokasi tambak akan ditanami tanaman untuk barrier seperti bakau, cemara udang dan berbagai tanaman keras endemis pantai,” katanya.

Pemerintah selanjutnya akan menyiapkan tempat usaha baru di pesisir selatan Galur, tepatnya di Banaran. Hal ini sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan peruntukan untuk kawasan budidaya perikanan. Saat ini luasan lahan untuk tambak baru sekitar 35 hektare (ha) dan bakal diperluas hingga sekitar 160 ha.

“Tidak ada kompensasi. Mereka susah sadar usaha mereka melanggar aturan. Petambak juga minta difasilitasi untuk bertemu penggarap lahan di Banaran,” ujarnya.


BACA JUGA: Petambak Udang Ngadu ke DPRD Kulonprogo Tolak Penggusuran Tambak


Dari pantauan, penertiban tambak udang berlangsung kondusif. Pemilik tambak banyak ikut mengawasi proses penertiban. Mereka mengambil beberapa material di tambak seperti pipa paralon yang masih bisa dimanfaatkan.

Meski kondusif, ada 217 petugas dari TNI-Polri, Linmas, maupun dari Satpol PP dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang disiapkan di lokasi. Mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi ada petambak yang menolak penertiban.

“Kami siagakan 217 petugas gabungan dan proses penertiban sangat kondusif,” kata Wakapolres Kulonprogo Kompol Dedi Surya Dharma.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kulonprogo Sukiman mengatakan untuk menghindari reaksi penolakan penertiban, mereka telah melakukan pendekatan kepada para pemilik tambak. Penertiban hanya dilakukan untuk tambak yang sudah kosong dan selebihnya ditunggu sampai akhir Oktober.

“Yang masih ada udang akan ditunggu sampai panen, maksimal 30 Oktober nanti,” katanya.


Editor : Maria Christina