Pemkab Kulonprogo Gelorakan Gotong Royong Masyarakat

Kuntadi ยท Senin, 22 April 2019 - 17:37 WIB
Pemkab Kulonprogo Gelorakan Gotong Royong Masyarakat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB, Kabupaten Kulonprogo, Sudarmanto, peresmian BBGRM. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id – Kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) yang akan diresmikan pada 29 April mendatang diyakini akan melahirkan munculnya kota baru. Namun Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bertekad mempertahankan semangat gotong royong masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan KB, Kabupaten Kulonprogo, Sudarmanto mengatakan, kehadiran bandara akan melahirkan kota baru di Kulonprogo. Kondisi ini rentan mengerus semangat gotongroyong yang ada di masyarakat.

"Gotong royong telah menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia, ini harus dilestarikan," kata Sudarmanto kepada wartawan di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Senin (22/4/2019).

BACA JUGA: Bandara NYIA Beroperasi 29 April, AP I Mulai Gelar Simulasi

Menurut dia, salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah yakni dengan menggelorakan lagi semangat gotongroyong dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini akan ditekankan dalam peringatan Bulan Bhakti Gotongroyong Maysarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 di Kabupaten Kulonprogo akan dimulai pada 24 April-26 Juni mendatang.

"BBGRM masih perlu untuk meneguhkan semangat local wisdom sebagai bagian kerangka pembangunan agar tidak tergerus kemajuan kota," ujar dia.

Selain itu, dalam rangkaian BBGM juga akan ditampilkan keberhasilan pembangunan dan tingkat swadaya masyarakat dalam proses pembangunan. Potensi UMKM yang ada di setiap kecamatan, juga akan ditampikan bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Koperasi beserta Dinas Perdagangan.

BACA JUGA: Pembangunan Capai 93 Persen, Bandara NYIA Siap Didarati Pesawat

Kegiatan BBGRM juga lebih fokus pada sisi pemberdayaan masyarakat. Salah satunya pada upaya dan peran serta badan usaha desa (BUMDes) dalam pemberdayaan masyarakat.

Seperti di Desa Gulurejo Lendah pada sisi pengembangan bank Sampah, Desa Ngentakrejo pada perdagangan hingga Pengelolaan Desa Wisata di Samigaluh.

"Kita ingin bagaimana BUMDes ini bisa ikut berperan lebih dalam pemberdayaan masyarakat," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal