Pemprov DIY Gandeng BPOM Berantas Peredaran Obat Palsu dan Ilegal

Kuntadi ยท Jumat, 02 November 2018 - 18:45 WIB
Pemprov DIY Gandeng BPOM Berantas Peredaran Obat Palsu dan Ilegal

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menunjukkan nota kerja sama dengan BPOM di Kepatihan, Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan obat dan makanan. Kerja sama ini tidak lepas dari maraknya pemalsuan obat yang beredar di pasaran.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X mengatakan, selama ini banyak produk kedaluwarsa dan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya yang beredar bebas di pasar tradisional dan supermarket. Sejumlah obat yang dipalsu merupakan obat-obat yang laku keras di pasaraan. Seperti antibiotik dan antihistamine hingga obat untuk penyakit degeneratif.

Bahkan, banyak informasi beredar jika obat produk China yang dilabeli herbal ternyata mengandung bahan kimia yang berpotensi merusak ginjal. “Obat domestik juga perlu dicek karena tidak kalah berbahaya dari rokok,” tutur Sultan di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (2/11/2018).

Menurut Sultan, banyak kasus yang muncul karena ada indikasi kesalahan dalam sistem pengawasan. Seperti sanksi yang ringan bagi pemalsu obat yang tidak menimbulkan efek jera. Karena itu, perlu dilakukan upaya bersama dalam menghindari obat ilegal. 

BACA JUGA:

BPOM Tindak Tegas Produsen yang Jual Produk Tak Sesuai Label

BPOM Kendari Sita Ribuan Kosmetik dan Obat Tradisional Ilegal

Kemajuan teknologi juga telah membawa perubahan yang cepat pada industri farmasi, obat asli Indonesia hingga makanan, kosmetika dan alat kesehatan. Bahkan banyak industri telah mampu memproduksi dengan skala yang besar. Sementara tingkat konsumsi di masyarakat juga terus meningkat.

“Perubahan teknologi produksi, harmonisasi perdagangan dan gaya hidup pada realitasnya meningkatkan risiko dengan implikasi yang luas pada kesehatan dan keselamatan konsumen,” kata Sultan.   

Kepala BPOM, Penny L Lukito berharap kerja sama BPOM dengan Pemda DIY bisa berkontribusi nyata pada peningkatan pelayanan publik dan perlindungan kepada masyarakat untuk menciptakan masyarakat DIY yang semakin berkualitas.

Salah satunya dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing produk daerah. Termasuk di dalamnya upaya pembinaan dan pendampingan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Makanan untuk peningkatan pemenuhan persyaratan keamanan dan kualitas produk. “Masyarakat semakin cerdas sebagai konsumen. Namun harus meningkatkan pemahaman tentang obat dan makanan agar terlindung dari produk yang berisiko bagi kesehatan,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki