Pengakuan Siswa SMP Ngawen yang Bawa Parang: Saya Menyesal dan Minta Maaf

Kismaya Wibowo, Suharjono ยท Kamis, 12 September 2019 - 01:00 WIB
Pengakuan Siswa SMP Ngawen yang Bawa Parang: Saya Menyesal dan Minta Maaf

GR, siswa SMP 5 Ngawen Gunungkidul saat mediasi dengan pihak sekolah di Mapolsek Ngawen didampingi orang tuanya. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Kasus siswa SMP 5 Ngawen, Gunungkidul yang membawa parang ke sekolah untuk mengancam guru yang telah mengambil handphone-nya berakhir damai.

Dimediasi Polsek Ngawen, siswa berinisial GR ini datang bersama orang tuanya, Tomo Sumito (65). Dia kemudian menandatangani surat pernyataan.

Dalam surat tersebut pihak pertama meminta maaf kepada pihak sekolah dan guru. GR juga berjanji akan tunduk pada aturan sekolah.

GR juga mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Dia mengaku marah karena saat itu dia sedang bermain game dan terganggu dengan guru agamanya.

"Saya menyesal dan meminta maaf pada bapak dan ibu guru," ucapnya di Mapolsek Ngawen, Rabu, (11/9/2019).

GR juga mengaku malu dengan teman-temannya atas aksi yang viral di medsos tersebut. "Saya masih ingin sekolah dan mau melanjutkan ke SMK," katanya.

BACA JUGA:

Viral, Video Siswa SMP di Gunungkidul Cari Gurunya sambil Menenteng Parang

Disdikpora Pastikan Siswa SMP yang Ancam Guru dengan Parang Tak Akan Dikeluarkan

Sementara itu, pihak sekolah mengaku tidak akan mempermasalahkan kejadian tersebut. Pihak sekolah juga menjamin tidak akan ada diskriminasi terhadap GR ketika kembali lagi ke sekolah.

"Tadi sudah ada pernyataan bersama. Kita tetap menerima siswa tersebut sekolah di sekolah kami. Namun harus menaati aturan sekolah," kata Kepala SMP 5 Ngawen, Sriyana.

Dia mengatakan, pihak sekolah akan melakukan pendampingan khusus kepada GR untuk menjaga kondisi psikisnya mengingat umurnya yang masih anak-anak.

“Sekolah tetap memberikan kelonggaran apda anak, nantinya mau kembali ke sekolah itu pun tetap diterima dengan baik,” katanya.

Sriyana mengatakan, pihak sekolah juga tidak sepenuhnya menyalahkan siswa tersebut karena pada usia itu kondisi psikisnya masih labil.

“Kita pun semata-mata tidak menyalahkan pada anak, karena usia anak kadang-kadang seperti itu. Hal ini supaya psikologis anak tetap terjaga. Sehingga tidak terganggu secara psikis. Nantinya, anak itu bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, apabila anak itu menghendaki ke sekolah lain atau pindah, pihak SMP 5 tetap akan memfasilitasi dengan menghubungi sekolah-sekolah sekitar atau yang dituju anak tersebut.

Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat kesalah pahaman siswa GR dalam memahami tata tertib sekolah.

“Sebetulnya siswa GR inir dapat mengambil handphone-nya kembali setelah mengisi surat pernyataan ataupun membawa orang tuanya,” katanya.

Diketahui, video seorang siswa SMP di Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang mendatangi sekolah sambil menenteng senjata tajam sejenis parang, viral di media sosial. Pelaku tampak mencari guru yang telah menyita telepon seluler (ponselnya). Akhirnya, ponsel yang itu dikembalikan oleh guru dengan cara dilempar.

Video berdurasi 29 detik ini mulai beredar di media sosial sejak Rabu pagi (11/9/2019). Video yang diambil dari dalam ruang guru ini dengan cepat beredar luas di masyarakat dan langsung viral di media sosial.


Editor : Kastolani Marzuki