Pengedar Obat-obatan Terlarang Jaringan Jateng-DIY Dibongkar, 3 Pelaku Ditangkap

Kuntadi ยท Senin, 09 September 2019 - 17:10 WIB
Pengedar Obat-obatan Terlarang Jaringan Jateng-DIY Dibongkar, 3 Pelaku Ditangkap

Polres Kulonprogo saat ekspose pengungkapan kasus penangkapan obat-obatan terlarang, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Satresnarkoba Polres Kulonprogo membongkar jaringan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang yang kerap beraksi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Dalam pengungkapan kasus ini, tiga pelaku diamankan dengan barang bukti puluhan butir pil yarindo.

Identitas ketiganya yakni berinisial DN (18) warga Kokap, Kulonprogo, AD (19) dan ST (19) warga Purworejo, Jawa Tengah. Untuk pelaku DN yang masih di bawah umur, penangkapan ini merupakan untuk kali keduanya atas kasus yang masa. Sebelumnya, DN pernah dipidana dengan hukuman percobaan tiga bulan penjara. Namun nyatanya, hal ini tak membuatnya  kapok dan justru kembali mengedarkan pil-pil haram.

Kronologi yang dirangkum iNews.id, polisi awalnya mengamankan pelaku AD yang sedang bertransaksi pil yarindo di wilayah Karangwuni, Wates. Dari tangannya, diamankan 28 butir pil sebagai barang bukti. Pengakuan AD, barang itu dia dapat dari DN.


Polisi kemudian mengejar DN dan menangkapnya di rumah DS, di Purworejo. Hasil pengembangan, obat-obatan ternyata di pasok dari pelaku ST. Petugas pun bergerak dan menangkap ST serta mengamankan barang bukti 77 butir pil.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Residivis Pencurian di Kulonprogo, Tetangganya Selalu Jadi Target

“Jadi mereka ini sudah jaringan dan mengedarkannya di wilayah Kulonprogo dan Purworejo,” ujar Kasat Narkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso, Senin (9/9/2019).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 196 dan 197 Undang-Undang Kesehatan RI jo Pasal 55 KUHP. Polisi masih memburu penyuplay obat-obatan terlarang kepada ketiga pelaku tersebut.

“Jadi mereka ini juga mengedarkan di tempat-tempat karaoke yang ada di Pantai Glagah,” katanya.

Pengakuan pelaku DN, dia nekat berjualan obat terlarang ini lantaran tak memiliki pekerjaan tetap. Semenjak kasus pertama, dia putus sekolah dan menyambung hidup dari jualan barang haram tersebut.

“Uang hasil jualan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja,” ucapnya.

Sementara pelaku ST yang merupakan petambak udang, mengaku nekat jualan pil yarindo lantaran tergiur ajakan kedua pelaku lain. Ayah anak satu ini ikut mengedarkan sekaligus mengonsumsinya secara pribadi.


Editor : Donald Karouw