Perahu Nelayan Pantai Glagah Terbelah 2 Dihantam Ombak, 1 Terluka

Kuntadi ยท Selasa, 27 November 2018 - 16:57 WIB
Perahu Nelayan Pantai Glagah Terbelah 2 Dihantam Ombak, 1 Terluka

Kondisi perahu nelayan yang terbelah dua usai dihantam ombak di Pantai Glagah, Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Sebuah perahu nelayan mengalami insiden saat melaut di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Selasa (27/11/2018). Dalam peristiwa itu, perahu tempel yang ditumpangi Ngudiwarno (48) dan Erik Riyanto (28), keduanya warga Desa Glagah, Kecamatan Temon, terbelah menjadi dua.

Beruntung meski mengalami kecelakaan di tengah laut, keduanya dapat diselamatkan. Hanya saja, salah seorang nelayan yang bernama Ngudiwarno mengalami patah tulang pada bagian kakinya.

Informasi yang dirangkum iNews.id, musibah ini bermula ketika kedua korban hendak mencari ikan di pesisir selatan Kulonprogo. Kebetulan saat ini sedang musim ikan bawal dan lobster. Setidaknya ada lima perahu yang masuk ke laut untuk mencari ikan. Sementara perahu ‘Dirgahayu’ yang dinaiki kedua korban berada di urutan ketiga.


BACA JUGA:

628 Kapal Nelayan di Belawan Tak Melaut akibat Terganjal Alat Tangkap

Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Tongkang di Sukabumi, 1 Tewas dan 2 Luka


Saat melaut, dua perahu awal masuk ke perairan tanpa ada halangan. Namun perahu Ngudiwarno cukup kesulitan masuk. Mereka harus berhenti menunggu ombak kecil, namun justru datang ombak besar yang menjadikan perahu mereka terguling.

“Kami dihantam ombak dan menyebabkan perahu terguling hingga kami jatuh,” kata Ngudiwarno.

Akibat kecelakaan ini, badan perahu mengenai kaki kiri Ngudiwarno hingga tulang kakinya patah. Semnatar Sedangkan tumit serta mata kakinya mengalami luka robek akibat terkena putaran mesin perahu.

Meski terluka, Ngudiwarno masih dapat berenang ke tepi dan diselamatkan rekan-rekannya dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Erik tidak mengalami luka sedikit pun. Perahu mereka terbalik dan tersangkut hingga terbelah menjadi dua bagian saat dihantam gelombang.

"Ombaknya tidak begitu besar karena saat ini sedang musim bawal dan lobster,” ucapnya.

Wakil Koordinator SAR Linmas Wilayah V Pantai Glagah Syamsudin mengaku begitu mendapat laporan ada musibah perahu terbalik, langsung meluncur ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Sebenarnya ombak tidak begitu besar hanya sekitar dua meteran. Namun lokasi perairan cukup rawan karena banyak terdapat palung.

“Kemungkinan saat masuk salah perhitungan sehingga perahu terbalik diempas gelombang,” ujar Syamsudin.


Editor : Donald Karouw