Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Sebut Konsumen BBM Sudah Cerdas

Kuntadi ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 23:30 WIB
Pertamina MOR IV Jateng dan DIY Sebut Konsumen BBM Sudah Cerdas

Sejumlah pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU di Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – PT Pertamina MOR IV Jateng dan DIY menilai konsumen bahan bakar minyak (BBM) kedua wilayah tersebut sudah cerdas. Mereka tidak terpengaruh dengan gejolak kenaikan harga yang akan dilakukan pemerintah. Konsumen tetap akan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan dari kendaraannya.

General Manager Pertamina MOR IV Jateng dan DIY, Yanuar Budi Hartanto, mengatakan rencana kenaikan harga BBM ini karena adanya fluktuasi harga minyak dunia. Sehigga pemerintah melakukan kebijakan penyesuaian harga.

Menurutnya, kenaikan harga atas produk BBM, ini tidak banyak berpengaruh di masyarakat. Mereka sudah sadar dengan kebutuhan bahan bakar untuk kendaraannya. “Konsumen sudah smart ya, apa yang dibutuhkan kendaraan itu yang akan dibeli konsumen,” kata Yanuar, Kamis (11/10/2018).

Meski ada kenaikan harga Pertamax misalnya, konsumen tidak akan beralih untuk mengonsumsi BBM yang kelasnya di bawah. Mereka tidak begitu terpengaruh kenaikan harga yang nilainya dirasakan sangat kecil dari harga sebelumnya. Sehingga mereka akan tetap membeli sesuai kebutuhan. “Masyarakat sudah tahu, meski harga naik yang dibutuhkan kualitas. Jadi penjualan tidak akan turun,” katanya.

BACA JUGA:

Minta Kenaikan Harga Premium Ditunda, Rini Sudah Konsultasi ke Jokowi

BBM Naik, Antrean Panjang Kendaraan Terjadi di SPBU Palangkaraya

Pengelola SPBU, Suharyanto mengatakan kenaikan harga Pertamax pada Rabu (10/10/2018), tidak berimplikasi terhadap penjualan. Dari laporan penjualan yang ada memang ada penurunan sekitar 800 liter dalam sehari kemarin. Namun penurunan ini masih dalam ambang batas wajar. Sebab dalam kondisi normal penurunan pernah menyentuh angka 1.100 liter. “Sepertinya tidak ada dampaknya, penjualan stabil,” ucapnya.

Dia mengakui, penjualan Pertamax memang ada fluktuasi setiap harinya. Setiap harinya bisa menjual antara 4.200 liter sampai dengan 5.100 liter. Sedangkan pertalite juga tidak ada lonjakan penjualan. “Sehari kemarin juga mengalami penurunan. Biasanya mampu menjjual di atas 15.000 liter, kemarin hanya 14.800 liter. Semuanya wajar-wajar saja,” katanya.  

 


Editor : Kastolani Marzuki