Pertamina Temukan 152 Tempat Usaha di Jateng dan DIY Pakai Elpiji 3 Kg

Kuntadi ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 17:45 WIB
Pertamina Temukan 152 Tempat Usaha di Jateng dan DIY Pakai Elpiji 3 Kg

Pertamina menemukan banyak pelanggaran pemakaian elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. (Foto: Dok.iNews.id)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

YOGYAKARTA, iNews.id – PT Pertamina MOR IV Jateng dan DIY menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat dalam pemakaian elpiji bersubsidi ukuran 3 kg. Bahan bakar yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu itu justru banyak dimanfaatkan para pengusaha makanan hingga peternakan.

“Kita sudah temukan ada 152 lokasi baik untuk rumah makan, perusahaan katering, pabrik kerupuk sampai dengan peternakan,” kata General Manager Pertamina MOR IV Jateng dan DIY, Yanuar Budi Hartanto, di Kantor Pertamina Cabang Yogyakarta, Selasa (9/10/2018).

Dia menyebutkan, temuan pelanggaran dalam penggunaan elpiji 3 kg itu diperoleh dari hasil inspeksi mendadak (sidak) ke 152 lokasi. Tim Pertamina menemukan sekitar 2.494 tabung elpiji 3 kg yang banyak disalahgunakan. Oleh tim monitoring tabung ini disarankan untuk ditukar dengan bright gas ukuran 5,5 kg.

“Elpiji 3 kg ini kan diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Namun realita di lapangan banyak yang dipakai orang-orang yang jauh lebih mampu yang semestinya beralih ke elpiji nonsubsidi,” katanya.

BACA JUGA: 

Langka, Warga Kendari Berebut Elpiji 3 Kg

Pertamina Pasok 14.000 Elpiji ke Korban Gempa Sulteng, Ini Lokasinya

Sesuai Pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 26 Tahun 2009, kata Yanuar, elpiji bersubsidi 3 kg hanya diperuntukkan bagi kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Meski demikian, kata Yanuar, PT Pertamina tidak bisa memberikan sanksi kepada para penyeleweng elpiji 3 kg. Pertamina juga akan terus melakukan sidak berkoordinasi dengan sejumlah kantor agar penggunaan elpiji benar-benar tepat sasaran. Mereka yang terbukti menggunakan elpiji disarankan untuk menukar atau membuat surat penryataan untuk menukarkan dengan elpiji lain.

“Bersama Hiswana Migas, kepolisian dan Disperindag kabupaten dan kota di DIY dan Jateng akan terus melakukan pengawasan,” tandasnya.

Dari pengawasan itu, lanjut Yanuar, setidaknya sudah ada 668 tabung bright gas yang ditukarkan. PT Pertamina sepanjang tahun ini sudah 25 melakukan sidak yang mampu menghemat sekitar 34.501 tabung kuota elpiji bersubsidi.


Editor : Kastolani Marzuki