Petani Cabai Asal Kulonprogo Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Kuntadi ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:19 WIB
Petani Cabai Asal Kulonprogo Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Petugas PMI Kulonprogo mengevakuasi jenazah petani cabai yang tewas di dasar sumur di di Pedukuhan Jombokan, Desa Tawagsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Jumat (12/10/2018). (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Seorang petani di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ambar Tri Ampriyanto (50) ditemukan tewas di dasar sumur di lahan pertanian miliknya di Pedukuhan Jombokan, Desa Tawagsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Jumat (12/10/2018) siang. Diduga korban terjatuh ketika hendak mengambil diesel yang dipakai menyedot air dan korban keracunan gas.

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh istrinya yang mencari keberadaan sang suami. Pada Kamis (11/10/2018), korban pamit untuk ke sawah untuk menyirami tanaman cabai miliknya yang ada di Pedukuhan Klewonan, Desa Triharjo Kecamatan Wates, Kulonprogo.

Aktivitas ini sudah kerap dilakukan korban setiap hari sambil mencari pakan ternak. Namun menjelang sore dan malam korban tidak juga pulang. Begitu juga ketika sampai malampun tidak kembali.

Barulah pada siang hari tadi, istri korban mencari keberadaan korban di sawah. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapati jasad suaminya berada di dasar sumur. Istri korban pun akhirnya melaporkan kepada petani lain yang ada di sekitar lahan.

“Korban ini kemarin tidak pulang. Baru tadi siang istrinya mencari di sawah dan menemukan korban sudah meninggal,” kata Kepala Dukuh Jombokan, Sugiarto Jumat (12/10/2018).  

Kemungkinan korban jatuh ke dasar sumur ketika hendak mengambil diesel. Saat itu mesin diesel berada di bawah untuk menaikkan air. Sebab jika diletakkan di atas, air yang ada tidak kuat untuk diangkat. Diduga saat itu korban kehabisan oksigen dan keracunan hingga terjatuh.  

“Mungkin dia memompa air dari bawah karena airnya sedikit, saat akan mengambil sudah keracunan dan pingsan,”jelasnya.

Penemuan inipun dilaporkan ke polisi. Petugas dari Palang merah Indonesia (PMI) yang mencoba mengevakusasi jasad korban cukup kesulitan. Sebab diameter sumur sangat sempit. Namun setelah dicoba beberapa saat lamanya, jasad korban berhasil diangkat. “Dinding sumurnya sangat sempit, susah untuk menaikkan,” kata salah seorang relawan PMI, Diki Setiawan.

Setelah berhasil diangkat, jasad korban diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Wates. Saat itu ditemukan beberapa luka di punggung dan paha korban. Kemungkinan luka ini muncul karena terbentur dengan dinding sumur. Dari hasil pemeriksaan korban diperkirakan meninggal 12 jam sebelum diketemukan.


Editor : Himas Puspito Putra