Polda DIY Naikkan Status Kasus Lagu Jogja Istimewa ke Penyelidikan

Kuntadi · Selasa, 22 Januari 2019 - 17:07 WIB
Polda DIY Naikkan Status Kasus Lagu Jogja Istimewa ke Penyelidikan

Pencipta lagu "Jogja Istimewa" Marzuki Mohammad atau Kill The DJ (dua kanan) menunjukkan surat laporan ke Polda DIY. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kasus pembajakan lagu “Jogja Istimewa” yang dilaporkan Marzuki Mohammad atau Kill the DJ ke Polda DIY dinaikkan statusnya ke penyelidikan.

Polda sudah memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kasus dugaan pembajakan lagu oleh relawan pasangan capres Prabowo-Sandi.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan, kasus dugaan pembajakan lagu itu sudah naik ke penyelidikan. Hanya, pelapor belum bisa dimintai keterangan dengan beberapa alasan. "Mudah-mudahan minggu depan bisa dimintai keterangan," tuturnya, Selasa (22/1/2019).

Satu saksi yang sudah dipanggil polisi untuk diperiksa dan dimintai keterangan yakni, Koordinator Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana. "Ya, saya diperiksa sebagai saksi pelapor kurang lebih satu jam," kata Widihasto dikonfirmasi melalui selulernya Selasa (22/1/2019).

Widhiasto mengaku dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik mulai dari lirik lagu “Jogja Istimewa”, sejarah kemunculan lagu tersebut sampai keterkaitan kemunculan lagu itu dengan aktivitasnya. “Termasuk kapan lagu itu diubah liriknya dan apakah mengetahui pihak-pihak yang mengubah lirik lagu itu,” beber Widihasto.

BACA JUGA:

Lagu Jogja Istimewa Dipakai Kampanye, Kill Of the DJ Lapor Polisi

Jogja Istimewa Dipakai Kampanye, Kill The DJ Siap Bawa ke Ranah Hukum

Kill The DJ Diisukan Cabut Laporan, Pengacara: Info Itu Tidak Benar

Kuasa Hukum Marzuki Mohammad, Hillarius Ngaji Merro mengatakan kliennya belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi korban karena masih berada di Bali dan akan ke Raja Ampat, Papua.

Jika tidak ada halangan, Marzuki akan hadir dan akan diperiksa pada 39 atau 30 Januari nanti sepulang dari Papua. "Begitu pulang akan ke Polda untuk diperiksa antara (tanggal) 29 atau 30 (Januari) nanti " ucapnya.

Kasus ini, kata dia, sudah ditingkatkan dari aduan menjadi penyelidikan. Bahkan sudah ada satu saksi yang dimintai keterangan. Dia juga belum menemukan adanya iktikad baik dari pihak-pihak yang mengubah lirik lagu itu menjadi yel-yel atau lagu kampanye. Sehingga proses hukum tetap harus berjalan. "Tidak ada iktikad baik, jadi hukum harus jalan," tandasnya.

Diketahui, Marzuki Mohammad alias Kill The DJ, melaporkan pemilik akun @Cakkhum ke Polda DIY, Selasa (15/1/2019). Lagu "Jogja Istimewa" cukup familiar di masyarakat Yogyakarta, namun dalam kasus ini liriknya diubah menjadi lagu kampanye pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

Ada satu kutipan kalimat dari lagu tersebut menjadi "Jogja Jogja Jogja Istimewa, Prabowo Sandi Pilihan Kita, Adil dan makmur tujuan kita."

 


 


Editor : Kastolani Marzuki