Polisi Amankan 25.000 Pil Psikotropika dan Obat Keras di Bantul

Kuntadi ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 16:16 WIB
Polisi Amankan 25.000 Pil Psikotropika dan Obat Keras di Bantul

Petugas Satresnarkoba Polres Bantul mengungkap lima pengedar psikotropika dan obat G. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Satuan Reserse dan Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantul berhasil mengungkap jaringan pengedar obat keras daftar G yang kerap beraksi di wilayah DI Yogyakarta. Lima orang diamankan dengan barang bukti lebih dari 25.000 butir pil terlarang.

Empat orang tersangka yang diamankan merupakan satu jaringan. Mereka adalah SH (35) warga Caturtunggal, Depok, Sleman dan SP (32), ES (29), dan AF (19) warga Bangunharjo, Sewon, Bantul. Satu lagi tersangka AD (34), warga Tamanan, Banguntapan, Bantul.

Kasat Resnarkoba, AKP Andhyka Donny, mengatakan pengungkapan ini berawal dari adanya informasi masyarakat jika di wilayah Sewon, kerap terjadi transaksi dan peredaran obat-obat keras. Dari sanalah petugas melakukan penyelidikan.

"Hingga akhirnya pada 5 Februari kemarin, petugas mengamankan tiga orang tersangka SP, ES dan AF yang warga Bangunharjo, Sewon, Bantul yang masih satu kampung. Dari ketiga tersangka ini petugas menyita barang bukti 127 butir pil Trihexylphenidyl," kata Andhyka di Mapolres Bantul, DIY, Jumat (8/2/2019).

Dari ketiga tersangka, kata dia, barulah terungkap ada pelaku lain, yakni SH. Ketika meringkus tersangka, sekaligus menggeledah rumahnya, petugas menemukan 19 botol yang masing-masing berisi 1.000 butir atau secara keseluruhan ada 19.000 butir pil Trihexyphenidyl.

"Barang-barang itu dijual secara online," ujar dia.

Selama ini para tersangka ini menjual kepada kalangan buruh dan penganguran. Setiap botol yang berisi seribu butir ini, dibeli dengan harga Rp1 juta. Sedangkan, ada paket ekonomis dengan 10 butir seharga Rp35.000.

"Dari setiap botol ini mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga lebih dari Rp3 juta," ujar dia.

Selain itu, petugas Satresnarkoba juga berhasil mengamankan AD warga Tamanan Banguntapan, Bantul. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa Psikotropika jenis Alprazolam sebanyak 50 butir dan obat daftar G Trihexyphenidyl sebanyak 6.060 butir.

Tersangka AD dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 100 juta dan pasal 196 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

"Ancamannya pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal