Polisi Periksa 3 Saksi Dalami Kasus Serpihan Alquran di Kulonprogo

Kuntadi ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 23:09 WIB
Polisi Periksa 3 Saksi Dalami Kasus Serpihan Alquran di Kulonprogo

Serpihan delapan Alquran yang ditemukan di kebun warga di Dukuh Belik, Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Rabu (17/7/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Penyidik Satreskrim Polres Kulonprogo terus mendalami kasus penemuan serpihan Alquran di Dukuh Belik, Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Rabu (17/7/2019). Polisi sudah meminta keterangan tiga warga sebagai saksi.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Sujarwo mengatakan, ketiga saksi itu merupakan warga sekitar yang mengetahui pertama penemuan ini. Sedangkan barang bukti serpihan delapan Alquran sudah diamankan di Polres Kulonprogo sebagai barang bukti. “Kita masih dalami kasus ini. Begitu ada laporan kita langsung ke lokasi,” kata Sujarwo.

Dia menjelaskan, serpihan Alquran yang ditemukan ukurannya sangat kecil. Potongan juga rapi seperti dirobek menggunakan alat. Namun, polisi belum bisa memastikan modus dan alat yang dipakai. Termasuk motif di balik kasus itu. “Petugas masih melakukan lidik di lapangan untuk mengungkap pelaku dan motif perusakan ini,” ujar Sujarwo.

BACA JUGA: Warga Demangrejo Kulonprogo Geger Temukan 8 Alquran Terpotong-potong di Kebun

Serpihan lembaran Alquran ditemukan oleh Ngatinah yang tengah mencari ayamnya di kebun milik Sukardi. Penemuan ini langsung disampaikan kepada menantunya sebelum dilaporkan ke desa. Pasca-penemuan, polisi langsung ke lokasi dan mengolah tempat kejadian.

Lokasi kejadian dipasangi police line dan serpihan Alquran diamankan sebagai barang bukti. Petugas juga mengamankan delapan sampul kitab suci yang masih utuh.

Kepala Desa Demangrejo, Gunawan mengatakan, warga sempat ada yang melihat orang asing di kebun tersebut, sebulan lalu. Namun apakah itu pelakunya, belum bisa dipastikan.

Pasca-penemuan serpihan Alquran, takmir masjid juga sudah mengecek kondisi masjid. Semua Alquran yang ada di masjid dalam kondisi utuh. Sangat dimungkinkan, kitab suci umat Islam itu dari luar dan bukan dari masjid sekitar. 

 


Editor : Kastolani Marzuki