Polisi Selidiki Kasus Kematian 3 Warga Yogya Usai Pesta Miras

Kuntadi ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 16:43 WIB
Polisi Selidiki Kasus Kematian 3 Warga Yogya Usai Pesta Miras

Suasana di rumah salah satu korban yang tewas karena mengonsumsi miras oplosan di Yogyakarta, DIY, Jumat (15/6/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kasus kematian tiga warga akibat menenggak minuman keras (miras) jenis ciu masih diselidiki Polresta Yogyakarta. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi sekaligus mengamankan barang bukti sisa minuman tersebut.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini mengatakan, anggotanya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian tiga warga tegalrejo usai berpesta miras. Termasuk juga mencari tahu di mana dan siapa yang menjual minuman tersebut.

“Kami masih menunggu hasil visum dokter untuk penyebab pasti kematiannya untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya, Jumat (15/3/2019).


BACA JUGA;

Korban Miras Yogyakarta, Keluarga: Mereka Pesta Mabuk-mabukan

2 Warga Tegalrejo Yogyakarta Tewas Usai Pesta Miras Oplosan


Sementara itu, Kasi Humas Polsek Tegalrejo Aiptu Eko Ria Heriyanto mengungkapkan, kronologi kematian ketiga korban berawal saat mereka berpesta miras Selasa (12/3/2019). Sepanjang hari mereka mengonsumsi minuman beralkohol tersebut dan pada Kamis (14/3/2019), beberapa mulai mengeluhkan rasa mual dan pusing.

“Ada lima yang berpesta miras. Tiga meninggal dan selamat, namun seorang di antarany masih dirawat di RSUP DR Sardjito Yogyakarta,” kata Eko.

Dia mengatakan, anggota yang lakukan olah TKP telah mengambil keterangan sejumlah saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Namun untuk memastikan penyebab kematian masih menunggu hasil visum, disebabkan miras atau hal lainnya.

“Kami masih selidiki seperti apa pengaruh zat pada minuman itu,” ucapnya.

Selain mengamankan sejumlah barang bukti sisa minuman, polisi juga memeriksa beberapa saksi termasuk ketua RT setempat.

“Sudah ada saksi yang kami periksa. Mereka yang ada di sekitar tempat minum, termasuk pak RT-nya,” ujar Eko.


Editor : Donald Karouw