Polisi Tangkap 4 Maling Spesialis Rumah Kosong di Sleman, 1 Ditembak

Kuntadi ยท Selasa, 12 November 2019 - 12:45 WIB
Polisi Tangkap 4 Maling Spesialis Rumah Kosong di Sleman, 1 Ditembak

Polisi menangkap 4 orang yang merupakan komplotan maling spesialis rumah kosong. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

SLEMAN, iNews.id - Polisi menangkap empat orang yang merupakan komplotan pencuri spesialis rumah kosong di kawasan Depok Timur, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (DIY). Satu pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas, karena berusaha kabur ketika diamankan.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal mengatakan, empat tersangka ini YK (34), YM (24) PF (24) dan DN (19). Semuanya merupakan warga Warung Mucang, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar).

"Ada empat pelaku yang kita amankan, mereka komplotan spesialis rumah kosong," kata Kompol Paridal kepada wartawan di Mapolsek Depok Timur, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (12/11/2019).

BACA JUGA: Gara-Gara Incar Helm di Rumah Kos, 2 Pencuri Bertato Babak Belur Dihajar Massa

Penangkapan ini bermula dari laporan korban, Ahmad Azal Askia (19), mahasiswa yang menyewa kamar kos di kawasan Mancasan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok pada 5 November lalu.

Dari laporan tersebut, polisi melakukan olah TKP. Dari proses inilah polisi mendapati fakta keterlibatan para pelaku. Selang dua hari kemudian, polisi menangkap mereka di Vivo Apartemen, Seturan.

"Dari kamar korban, para pelaku menggasak dua laptop, satu ponsel dan tas punggung," ujar dia.

BACA JUGA: Pencurian Celana Dalam Perempuan Resahkan Mahasiswi di Agam, Penghuni Kos Saling Tuduh hingga Main Dukun

Hasil pemeriksaan polisi, para pelaku ini memang sudah merencanakan pencurian. Mereka menyiapkan aksinya dengan menyasar tempat kos dan rumah kosong.

Saat beraksi mereka menyewa sepeda motor, untuk mencari sasaran. Begitu didapat, para tersangka berbagi peran. Ada yang mencongkel pintu atau jendela, masuk dan ada juga yang memantau kondisi.

"Kini para tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal