Polisi Tangkap Residivis Pencurian di Kulonprogo, Tetangganya Selalu Jadi Target

Kuntadi ยท Senin, 09 September 2019 - 14:45 WIB
Polisi Tangkap Residivis Pencurian di Kulonprogo, Tetangganya Selalu Jadi Target

Polisi menangkap residivis pencurian di Kulonprogo yang kerap menjadi tetangganya target pencurian. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id - Seorang residivis kambuhan di Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta (DIY), diamankan polisi. Pelaku yang baru enam bulan bebas dari penjara ini kembali melakukan aksi pencurian.

Pelaku, IF (31), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, terbukti telah mencuri uang dan perhiasan di rumah tetangganya. Aksi bujang tamatan SD ini kian membuat warga sekitar resah.

"Dia ini sudah residivis. Sudah tiga kali masuk penjara terkait kasus yang sama," kata Kapolsek Samigaluh, AKP Purnomo, di Mapolres Kulonprogo, DIY, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA: Mobil Dibobol di Rest Area Tol Purbaleunyi, 3 Tas Berisi Barang Berharga Raib

IF selalu menjadikan tetangganya sebagai target. Dia kerap mencuri ponsel, uang hingga cengkih. Pelaku baru keluar dari sel tahanan pada Februari lalu atas kasus pencurian tersebut.

Kini dia kembali ditangkap petugas setelah kedapatan mencuri uang dan perhiasan di rumah tetangganya, Maria Goretti. Keterangan saksi-saksi dan olah TKP, diduga ada keterlibatan pelaku dalam kasus ini.

BACA JUGA: Kumpul Uang untuk Menikah, Pengendara Ojol Nyambi Jadi Penadah Barang Curian

"Hasil pemeriksaan, IF mengaku mencuri uang Rp200.000 dan sebuah gelang emas. Uang yang diambil tersisa Rp80.000 karena sudah dipakai jajan. Sedangkan gelang masih disimpan di rumah," ujarnya.

Tersangka mengaku, masuk ke rumah Maria saat korban sedang keluar. Kebetulan saat dicek, rumah warga tersebut sedang tidak dikunci, sehingga dia bisa leluasa melancarkan aksinya.

Tersangka IF mengatakan, nekat mencuri karena terpaksa. Dia tidak memiliki pekerjaan, sedangkan orang tuanya tidak memberikan uang saku lagi, sehingga dia mencari jalan memenuhi kebutuhan harian.

"Uangnya untuk jajan, ngopi rokok," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal