Polisi Ungkap Teknik Pencurian Bermodus Kempis Ban di Kulonprogo

Kuntadi ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 17:22 WIB
Polisi Ungkap Teknik Pencurian Bermodus Kempis Ban di Kulonprogo

Penangkapan para pelaku pencurian dengan modus kempis ban di Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

KULONPROGO, iNews.id - Polisi mengungkap teknik pencurian dengan modus kempis ban di Kabupaten Kulonprogo, DIY yang menimpa juragan semut rangrang akhirnya terungkap. Cara yang dipakai merupakan modus lama.

"Mereka menancapkan paku payung dan membuntuti korban," kata Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi, kepada wartawan di Mapolres Kulonprgo, DIY, Kamis (16/5/2019).

Tiga orang pelaku yang diamankan adalah Har (40), Ben (41), dan Fir (29) yang semuanya merupakan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Masih ada dua orang pelaku yang dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Kulonprogo AKBP, Anggara Nasution mengatakan, dalam aksinya para tersangka ini berbagi peran. Tersangka Har sebagai driver mobil, Ben sebagai penancap paku yang juga pengemudi sepeda motor.

BACA JUGA: Kasus Perampokan Modus Kempis Ban, Polisi: Mereka Siapkan Aksi Jelang Lebaran

"Kemudian, Sir sebagai penyampai informasi kepada para tersangka dengan menggunakan ponsel dan berada di dalam mobil," ujar Kapolres Anggara.

Sementara, dua tersangka lain yang menjadi DPO adalah Tar sebagai eksekutif mengambil tas dan War sebagai kapten yang menentukan korban dengan masuk ke dalam bank BCA cabang Wates.

"Sebelum beraksi mereka berkumpul dan berbagai peran," ujar dia.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara. Selain mengamankan tiga orang tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa satu buah sepeda motor, mobil dan tiga ponsel tersangka dan uang Rp10 juta.

BACA JUGA: 3 Pelaku Pencurian Rp505 Juta Modus Kempis Ban Tertangkap

Sebelumnya, kasus pencurian di Kabupaten Kulonprogo, DIY menimpa korban yang juga juragan semut rangrang, Kusman (43), warga Dusun Suruhan, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih. Dia menderita kerugian Rp500 juta.

Kasus pencurian ini terjadi di kawasan selatan simpang kereta barat Wates. Saat itu, mobil Mitsubishi Pajero dengan Nopol AB 605 IH berhenti di depan SD Kanisius Wates lantaran kondisi ban kempis.

Pengemudi yang keluar langsung mengecek ban belakang kiri yang bocor. Melihat kondisi ini, korban mengeluarkan dongkrak untuk mengganti ban.

Tidak lama berselang, ada seorang laki-laki yang berjalan dari barat ke timur. Lelaki ini berhenti di depan SD Kanisius dan sepertinya menelepon seseorang.

Tidak berapa lama, pelaku langsung membuka pintu mobil korban dan mengambil tas. Selanjutnya, ada pengendara sepeda motor datang dan memboncengkan pelaku.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal