Polres Bantul Reka Ulang Kasus Pembakaran Mayat

Kuntadi ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 18:32 WIB
Polres Bantul Reka Ulang Kasus Pembakaran Mayat

Reka ulang Polres Bantul dalam pembakaran mayat I Gede Suka Negara. (Foto: iNews/Kuntadi).

BANTUL, iNews.id - Petugas penyidik Polres Bantul menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembakaran mayat I Gede Suka Negara (52) di Bumi Perkemahan Tunas Wirabhakti, yang terletak di Dukuh Karanganyar Desa Gadingharjo Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY, Kamis (6/12/2018).

Tersangka NR (32) warga Umbulharjo, Yogyakarta memperagakan semua adegan, sedangkan anaknya Jr (12) tidak dihadirkan karena masih berusia di bawah umur.

Sejak pagi ratusan warga sekitar lokasi kejadian sudah memadati lokasi. Mereka mendengar akan ada reka ulang dan mendekati lokasi yang sudah dipasangi pagar dengan police line.

BACA JUGA: Temuan Mayat Mengambang di Selat Malaka Bertambah, Sudah 8 Jenazah

Tersangka sempat menangis dan tidak sampai hati ketika memperagakan kembali adegan per adegan, mulai dari menyalakan korek untuk membakar korban.

"Ada 30 adegan yang diperagakan dalam reka ulang ini," jelas Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, di sela reka ulang tersebut di Bumi Perkemahan Tunas Wirabhakti, Desa Gadingharjo Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY.

Dalam reka ulang ini ada beberapa adegan mulai dari kedatangan korban bersama kedua tersangka dengan menggunakan sepeda motor pada dini hari.

Saat itu jasad korban digulung dengan kasur dan diletakkan di tanah di lokasi bumi perkemahan. Hingga dan dibawa ke lokasi dengan cara diboncengkan di tengah. Begitu tiba, jasad korban ditarik pada kakinya hingga terjatuh.

Tersangka selanjutnya memarkir sepeda motornya agak jauh dan mendekati jalan utama. Dia kemudian menyiram korban dengan bensin jenis pertalite, dari kepala hingga kaki.

Tersangka nekat melakukan melakukan kremasi karena korban merupakan warga Bali. Langkah itu dilakukan karena tersangka tidak memiliki dana yang cukup.

Bahkan setelah melakukan browsing di internert biayanya tidak terjangkau baginya yang kondisi ekonomi pas-pasan. Hingga akhirnya membakar jenazah korban dengan menggunakan bensin.

BACA JUGA: Identitas Mayat Wanita Muda di Ladang Terungkap, Korban Warga Magelang

"Peran tersangka sangat dominan dalam semua adegan," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka NR akan dijerat pasal 170 KUHP jo Pasal 181 KUHP tentang Pengrusakan Barang dan Menghilangkan Mayat dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan tersangka JR akan dikembalikan kepada keluarganya karena masih anak-anak.

Korban I Gede Sukanegara merupakan warga Sukawati, Gianyar, Bali. Selama ini dengan tersangka sudah hidup satu rumah di kontrakan di Umbulharjo tanpa terikat pernikahan.

Sebelum dibakar, korban sudah meninggal dunia karena sudah lama mengidap sakit diabetes.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal