PT Angkasa Pura Yogya Gelar Workshop Batik di Bandara Adisutjipto

Kuntadi ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 20:05 WIB
PT Angkasa Pura Yogya Gelar Workshop Batik di Bandara Adisutjipto

Sejumlah siswa SD mengikuti pelatihan membatik di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SLEMAN, iNews.id - Sejumlah perusahaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar peringatan Hari Batik Nasional, yang jatuh pada hari ini, Selasa, 2 Oktober 2018. Seperti dilakukan managemen PT Angkasa Pura (AP) I, Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. 

Mereka menggelar workshop membatik dan pameran produk batik di area komplek bandara. “Selain memperingati Hari Batik juga untuk mendukung potensi wisata budaya yang ada di Yogyakarta,” kata General Managel Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, Selasa (2/10/2018).

Kegiatan ini, kata Agus Pandu, menjadi bagian dari komitmen PT Angkasa Pura I dalam program sinergi BUMN. Di mana salah satunya untuk ikuti mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar). “Kita ingin memberikan nuansa lain, kepada penumpang akan bisa ikut merasakan nuansa Hari Batik,” katanya.  

BACA JUGA: Mabes TNI Pecahkan Rekor MURI 5.000 Peserta Membatik dengan Canting

Workshop membatik diikuti puluhan pelajar dari empat sekolah dasar (SD) yang ada di sekitar bandara. Yakni, SD Kalongan, SD Adisutjipto 1,  SD Adisutjipto 2 dan SD Sorogenen. Para pelajar ini diajari dan praktik langsung cara membatik di atas kain. “Kita ingin memotivasi anak-anak ini dan lebih mengenalkan batik sebagai jati diri bangsa,” tandas Agus Pandu.

PT Angkasa Pura juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandara. Termasuk mendukung potensi seni budaya dan pariwisata, salah satunya potensi batik yang ada di Yogyakarta.

Dalam rangkaian ini, juga dilakukan display produk batik dari mitra binaan CSR Angkasa Pura dan edukasi batik kepada para penumpang. Bahkan para penumpang juga disambut dengan live music dan tarian tradisional.   

Sementara itu sejumlah perajin batik di Kabupaten Kulonprogo berencana menggelar Festival 1.000 Canting pada Sabtu (6/10/2018). Para perajin yang ada di Kecamatan Lendah ini bakal menggelar kirab dan kreasi produk batik. Ini menjadi ajang untuk lebih mengenalkan batik sebagai salah satu daya tarik pariwisata yang ada di DIY. 

“Seperti tahun lalu, kita akan gelar Festival Sewu Canting melibatkan warga dan perajin batik,” ucap Sugito, salah satu perajin batik di Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo.

 


Editor : Kastolani Marzuki