Pulang Belanja, Guru TK di Sleman Tertabrak KA Joglosemarkerto

Kuntadi ยท Senin, 03 Desember 2018 - 13:03 WIB
Pulang Belanja, Guru TK di Sleman Tertabrak KA Joglosemarkerto

Petugas berupaya mengevakuasi jenazah korban yang tewas usai tertabrak Kereta Api Joglosemarkerto, Senin (3/12/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) Ratna Kusni Agustiyah (51) warga Kaliabu, Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, tewas tertabrak Kereta Api Joglosemarkerto, Senin (3/12/2018). Korban tertabrak kereta yang baru diresmikan Sabtu (1/12/2018) lalu itu di perlintasan tidak jauh dari rumahnya, usai berbelanja.

Informasi yang dihimpun reporter iNews.id di lapangan, korban merupakan warga setempat yang tinggal di sebelah selatan rel. Sebelum kejadian, korban pergi berbelanja di warung Suratinem yang ada di sebelah utara rel. Saat akan kembali ke rumahnya itulah korban mengalami kecelakaan.

Saat itu korban sempat berhenti karena ada kereta api dari arah barat ke timur yang akan melintas di rel selatan. “Begitu kereta api itu lewat, korban langsung menyeberang. Namun ternyata dari timur di jalur utara justru melaju kereta api Joglosemarkerto yang langsung menabrak korban,” kata Kapolsek Gamping, Kompol Hendrimulti Senin (3/12/2018).

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di badannya. Selanjutnya oleh petugas Polsek gamping, jasadnya dibawa ke RS Bhayangakra Polda DIy, untuk proses visum et repertum. “Korban mengalami luka berat di kepala,” kata Hendri.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasional VI Yogyakarta, Eko Budiyanto membenarkan adanya kecelakaan kereta, tepatnya di Kilometer (Km) 538 +6 petak jalan antara Stasiun Yogyakarta dan Patukan.

Pascakejadian, petugas sudah ke lokasi kejadian dan ikut mengamankan korban sebelum dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY.

Untuk diketahui, KA Joglosemarkerto relasi Semarang-Tegal-Purwokerto-Kroya-Yogyakarta-Solo-Semarang, baru saja diresmikan dua hari lalu. Kereta api menghubungkan kota-kota di bagian Selatan dan Utara secara loop line (berkeliling).


Editor : Himas Puspito Putra