Raih Kategori AA, SAKIP DIY Pantas Jadi Rujukan Daerah Lain

Kuntadi ยท Selasa, 05 November 2019 - 00:30 WIB
Raih Kategori AA, SAKIP DIY Pantas Jadi Rujukan Daerah Lain

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemda DIY.

Atas prestasinya itu, Tjahjo menilai DIY pantas dijadikan rujukan bagi daerah lain untuk belajar.

“Sejak 2014 DIY sudah kategori A dan 2018 satu-satunya yang mendapat AA,” kata Tjahjo dalam arahan Penilaian Akuntabilitas Kinerja dan Reformasi Birokrasi 2019 Lingkup Pemda DIY, di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (4/11/2019).

Penilaian SAKIP yang sangat baik, karena telah memberikan dan menciptakan berbagai perbaikan dan proses perencanaan, penganggaran dan menejemen kinerja dengan baik.

Menurut Tjahjo, DIY telah menetapkan struktur organisasi yang berdasarkan kinerja, dan bukan hanya berdasarkan pada fungsi dan kebutuhan.

Keberhasilan ini juga mampu menciptakan efisensi sejak tahun 2013 dan 2017 sebesar Rp1,6 triliun yang berasal dari penyederhanaan program kegiatan yang awalnya 3.150 program menjadi 850 program.

“DIY juga menjalankan reward and punishment terhadap individu ASN yang berdasarkan pada kinerja. Pemda DIY telah kami catat telah menjadi role model bagi seluruh pemerintah daerah. Jangan malu untuk meniru apa yang telah dilakukan DIY,” kata Tjahjo.

Terkait SAKIP, Tjahjo mengapresiasi, Pemda DIY yang telah mendapat predikat AA.

Tjahjo juga mengapresiasi kinerja tiga kabupaten/kota di DIY yaitu Bantul, Sleman, dan Kulonprogo yang mendapatkan predikat A serta 2 kabupaen/kota yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan predikat BB.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, pengelolaan SAKIP yang baik tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan dengan terintegrasi.

Penerapan perbaikan tersebut yang yang membuat DIY menjadi satu-satunya penerima predikat AA dalam SAKIP di Indonesia.

Ada enam area perubahan yang menjadi mainstream reformasi di DIY. Mulai dari memperbaiki sistem perencanaan dan akuntabilitas, merestrukturisasi kelembagaan pemda, memperbaiki manajemen SDM, melakukan reorientasi pengelolaan keuangan daerah, melakukan sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas layanan publik.  

“Sukses atau tidaknya reformasi dapat dilihat dari meningkatnya kepercayaan, pemberdayaan semua lapisan, adanya pengurangan pekerjaan, adanya sistem baru dan political will yang kuat dari pimpinan puncak,” kata Sultan.


Editor : Kastolani Marzuki