Raih WTP 5 Tahun Beruntun, Kulonprogo Akan Diperiksa Akuntan Publik

Kuntadi ยท Rabu, 30 Mei 2018 - 17:38 WIB
Raih WTP 5 Tahun Beruntun, Kulonprogo Akan Diperiksa Akuntan Publik

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menunjukkan piagam opini WTP dari BPK. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap laporan keuangan tahun 2017.

Prestasi yang dicapai Pemkab Kulonprogo dalam meraih predikat WTP ini merupakan yang kelima kalinya berturut-turut. “Sejak lima tahun ini kita berturut-turut meraih WTP. Kita sangat bersyukur karena sebelumnya belum pernah mendapatkan WTP,” kata Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Rabu (30/5/2018).

Secara simbolis penyerarahan dilakukan oleh Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi DIY, Yusnadewi. Dengan opini ini, laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif.

Laporan disusun dengan memperhatikan kesesuaian LKPD sesuai standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, efektivitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dengan hasil ini, Kulonprogo akan menjadi sampel dalam pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). “Kantor akuntan sangat independen, bisa saja diperiksa BPK lolos tetapi ketika diperiksa KAP tidak,” tandas Hasto.

Dalam periode kedua ini, Hasto bertekad untuk meraih hal-hal yang lebih baik lagi. Salah satunya mendaftarkan agar bisa memenangkan zona integritas bebas korupsi dan melayani. Mempunyai rasa percaya diri mengajukan zona integritas.

Beberapa dinas yang dipakai quick win di antaranya Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Dukcapil, kemudian Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, sebagai OPD (organisasi perangkat daerah) unggulan yang bisa menjadi contoh untuk inisiator menciptakan zona integritas, bebas korupsi dan melayani. “Manfaat WTP memberikan energi positif untuk meraih yang lebih baik lagi,” tandas Hasto.

Bupati juga memberikan tips agar daerah bisa mendapatkan opini WTP. Salah satunya yang dikerjakan secara rutin dan berkesinambungan setiap tiga bulan sekali melakukan evaluasi. Sehingga OPD yang ada masih belum tercapai targetnya dikasih feedback di tiga bulan sekali. “Dengan feedback tiga bulan sekali, OPD mempunyai perhatian yang lebih, merasa tidak nyaman jika tidak tercapai target yang ditentukan,” ujarnya.

Adapun catatan yang perlu disikapi, antara lain penyelenggaraan pengelolaan kas pengeluaran harus realtime, tepat waktu, sistem pelaporan, sistem informasi manajemen.


Editor : Kastolani Marzuki