Regenerasi Petani Tak Jalan, Ini yang Digagas Pemkab Bantul

Kuntadi ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 17:58 WIB
Regenerasi Petani Tak Jalan, Ini yang Digagas Pemkab Bantul

Seorang petani saat sedang menggiling padi di sawah. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Minat generasi muda untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian masih rendah. Profesi petani dipandang sebelah mata lantaran penghasilan yang diperoleh rendah.

Untuk merangsang minat generasi muda bertani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membentuk taruna tani. Para pemuda akan diarahkan untuk mengembangkan usaha dari produk-produk pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul Pulung Haryadi menjelaskan, taruna tani merupakan salah satu upaya untuk mendorong regenerasi petani. Saat ini, mayoritas petani didominasi orang lanjut usia, dan jarang ada pemuda yang mau turun ke sawah. Padahal lahan pertanian di Kabupaten Bantul cukup luas.

“Nah, taruna tani ini yang menjadi terobosan kami untuk menyelesaikan persoalan regenerasi petani,” ujarnya, Jumat (18/1/2019).

BACA JUGA: Kisah Perjuangan Anak Petani Indonesia Lulusan S2 Kampus Ternama di AS

Sejauh ini, generasi muda belum banyak yang mau melirik pertanian untuk masa depannya. Para Generasi milenial ini enggan bekerja menggarap lahan, padahal program ini sudah dimulai sejak 2013 dan telah rintisannya telah terbentuk di 13 kecamatan di Bantul.

“Pembentukan ini dengan melibatkan gabungan kelopok tani (Gapoktan). Kami berikan pendampingan agar generasi muda berminat menekuni sektor pertanian,” ucapnya.

Haryadi menuturkan, gejala sulitnya regenerasi petani ini sudah terlihat sejak 2012 silam. Saat itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pembentukan taruna tani.

“Hanya saja sampai saat ini kelembagaan masih di desa. Taruna Tani itu belum menjangkau pemuda/pemudi di seluruh kecamatan,” tutunya.


Editor : Donald Karouw