Ribuan Driver Gojek di Yogya Demo Tolak Penghapusan Subsidi

Kuntadi ยท Jumat, 08 Maret 2019 - 16:14 WIB
Ribuan Driver Gojek di Yogya Demo Tolak Penghapusan Subsidi

Ribuan driver Gojek yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Djogja (Pagodja) DIY berunjuk rasa menolak penghapusan subsidi. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Ribuan driver Gojek yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Djogja (Pagodja) berunjuk rasa menuntut PT Gojek Indonesia (PT GI) mengubah kebijakan yang dinilai merugikan para driver.

Pagodja merupakan perwakilan dari 10 komunitas pengemudi Gojek yang ada di Yogyakarta baik pengemudi Gojek maupun Gocar.

Mereka menilai kebijakan managemen yang menghilangkan subsidi kepada driver sangat memberatkan para pengemudi. Karena itu, mereka menuntut pengembalian sistem yang digunakan kembali ke sistem semula.

“Kami minta dikembalikan ke sistem lama dan menolak keras kebijakan menghilangkan subsidi,” kata Juru bicara Pagodja, Wibi Asmara, Jumat (8/3/2019). 

Wibi mengatakan, kebijakan menghilangkan subsidi menjadikan pendapatan para driver Gojek menurun. Tarif yang diterapkan juga akan menjadi lebih mahal. Mereka takut para penumpang akan beralih dan menggunakan operator lain.

Para driver Gojek juga menuntut agar PT GI menghapus sistem akun prioritas dan diganti dengan sistem yang lebih manusiawi. Semua orderan harus bisa diterima dan dirasakan seluruh driver tanpa terkecuali, tanpa ada pembatasan sekat. 

BACA JUGA:

Go-Jek Rangkul UMKM agar Naik Kelas di Era Digital

Demo Protes Prabowo, Ojol: Jangan Seret Kami pada Kepentingan Politik

Sistem akun prioritas, kata Wibi, menjadikan pendapatan yang diperoleh driver menjadi tidak adil. Driver biasa akan kalah dengan para pemilik akun prioritas. Sehingga orderan yang diperoleh menjadi tidak seimbang. "Akun prioritas harus dihapus, karena akan menyulitkan kami mendapatkan order yang kalah dengan prioritas,” ucap Wibi.

Para driver juga menuntut agar PT GI mengembalikan kesejahteraan Gojek Yogyakarta seperti yang dijanjikan CEO PT Gojek Indonesia, Nadiem Makarim.

Beliau pernah berjanji kepada peemrintah untukn memberikan kesejahteraan kepada para driver ketika akan masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para driver juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar. Selama berlangsung aksi dan satu hari ini, mereka tidak ada yang mengambil penumpang.  

Vice President Corporate Affair PT GI, Michael Say mengatakan siap menerima aspirasi dari para driver. Menurut Michael, sebenarnya mereka tidak perlu melakukan aksi ini karena sudah ada saluran aspirasi melalui kopdar melibatkan mitra driver Gojek dengan PT GI.

Dia mengakui, tarif gojek memang lebih tinggi dari tarif transportasi online yang lain. Managemen yakin dengan semakin tinggi tarif maka para mitra driver akan semakin sejahtera.

Michael menambahkan, PT GI selalu menawarkan tarif tertinggi di Industri agar kesejahteraan yang diberikan kepada driver juga paling tinggi. Saat ini pihaknya memang harus menyamakan dengan tarif industri.

Kendati ada penyesuaian tarif, namun di sisi lain ada Dimension Reduction Program untuk meningkatkan permintaan dari pelanggan. "Kami selalu mendorong transaksi dengan berbagai program promo," katanya.

Terkait dengan akun prioritas, Michael menandaskan, di PT GI tidak ada yang namanya akun prioritas. Yang sekarang diterapkan PT GI adalah sistem alokasi yang baru. Dengan sistem alokasi yang baru tersebut pihaknya ingin meningkatkan sistem untuk menghindari orang-orang yang menggunakan Fake GPS.

 


Editor : Kastolani Marzuki