Ribuan Warga Berebut Gunungan Hajat Ndalem Puro Pakualaman di Pantai Glagah

Kuntadi ยท Selasa, 10 September 2019 - 12:27 WIB
Ribuan Warga Berebut Gunungan Hajat Ndalem Puro Pakualaman di Pantai Glagah

Gunungan dilarung ke laut saat Hajat Ndalem Labuhan 10 Muharrom di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, DIY, Selasa (10/9/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kadipaten Puro Pakualaman, Yogyakarta, menggelar Hajat Ndalem Labuhan 10 Muharrom di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (10/9/2019). Ribuan warga saling berebut untuk mendapatkan uba rampe gunungan yang dipercaya bisa mendatangkan berkah.

Tradisi rutin setiap 10 Muharram ini dimulai dengan kirab jalan kaki dari Pesanggarahan Glagah menuju ke Joglo Labuhan, sebelum dilarung di laut. Upacara dipimpin putera Mahkota BPH Kusuma Bimantoro.

Dalam kirab ini, ada empat gunungan yang dibawa, yakni gunungan padi, gunungan sayur dan buah-buah, dan dua gunungan kain dan pakaian. Selain itu juga ada nasi tumpeng, lengkap dengan ingkung dan aneka jajanan pasar.

Kadipaten Puro Pakualaman, Yogyakarta, menggelar Hajat Ndalem Labuhan 10 Muharrom di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (10/9/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kirab gunungan sejauh 4 kilometer (km) ini juga dikawal dua bregodo dari Pakualaman. Di barisan paling depan ada Bregodo Lombok Abang dan di barisan paling belakang Bregodo Plangkir.

Begitu sampai di joglo labuhan, beberapa gunungan dipasang dengan pemberat untuk dilarung. Sementara sebagian lagi berdoa di tepi pantai. Terakhir, aneka gunungan ini dibawa petugas khusus ke tengah laut dengan cara berenang. Gunungan hasil bumi dan sayuran ini pun langsung diperebutkan masyarakat.

“Ini dilakukan rutin setiap 10 Muharram yang sejak dulu dilaksanakan di Pakualaman,” kata Pengageng Pambudidaya, KPH Kusumo Prastho, di sela larungan.

Larungan ini menjadi ungkapan rasa terima kasih dan melestarikan tradisi yang ada. Dalam upacara ini, masyarakat memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memberikan keselamatan. “Ini adalah tradisi dan penyamapaian permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar memberikan keselamatan,” katanya.

Ribuan warga berebut untuk mendapatkan uba rampe yang dipercaya bisa mendatangkan berkah saat Hajat Ndalem Labuhan 10 Muharrom di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (10/9/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Sementara salah seorang warga, Sudaryani mengaku senang mendapatkan beberapa kacang panjang dan bawang merah dari gunungan. Dia akan membawa pulang sayuran itu dan dimasak untuk disantap bersama keluarga. “Semoga ini bisa menjadi berkah. Saya setiap tahun datang ke sini,” kata warga Girigondo, Kecamatan Temon, Kulonprogo ini.

Sudaryani bersama dengan beberapa warga yang lain bahkan rela ikut berjalan kaki bersama dengan rombongan. Mereka berjalan di belakang rombongan dari Puro Pakualaman.

Sementara warga lainnya, Suharni, mengaku senang mendapatkan kacang dan apel dari gunungan. Dia pun meyakini gunungan yang diperolehnya akan mendatangkan rejeki dan keselamatan bagi keluarga. “Semoga ini bisa memberikan rejeki dan keselamatan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina