Sasar Pelajar, Bandar Pil Koplo di Kulonprogo Ditangkap Polisi

Kuntadi ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:19 WIB
Sasar Pelajar, Bandar Pil Koplo di Kulonprogo Ditangkap Polisi

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Suryadharma (dua kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka pengedar pil koplo jenis yarindo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

KULONPROGO, iNews.id – Petualangan Ma (20) warga Srandakan, Bantul, DIY mengedarkan pil koplo jenis yarindo (y) kepada para pelajar di DIY berakhir di ruang tahanan Polres Kulonprogo.

Dia ditangkap polisi saat melakukan transaksi di Jalan Tentara Pelajar, Wates. Polisi juga mengamankan 128 butir pil yarindo dari tersangka.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Suryadharma mengatakan, penangkapan ini bermula adanya informasi transaksi jual beli obat-obatan terlarang. Petugas yang mendapatkan informasi kemudian melakukan penyelidikan di kawasan Wates.

“Awalnya petugas mengamankan Tm, yang merupakan saksi. Dia baru saja membeli obat-obat ini dari tersangka Ma. Dari tangan Tm, petugas menyita lima butir pil yarindo,” kata Kompol Dedi, Kamis (11/10/2018).

Dari keterangan saksi inilah petugas mengejar dan berhasil menangkap Ma di Srandakan Bantul. Setelah rumahnya digeledah, petugas mendapatkan 128 pil yarindo siap edar. “Ma ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan temannya hanya saksi,” ucap Wakapolres.

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Jaringan Lapas Porong

Tangkap Bandar Pil Koplo di Cirebon, Polisi Amankan 400.000 Butir

Dia menuturkan, dari pengakuan tersangka Ma, barang haram tersebut diambil dari Lumajang, Jawa Timur. Tersangka diketahui sudah tiga kali mengambil barang haram itu sebanyak 1.000 butir dan diedarkan di wilayah Srandakan, Wates dan Bantul. Pil itu dijual dalam paket murah. Setiap 10 butir dijual dikisaran Rp35.000-45.000.  “Yang disasar adalah pelajar, dan menjualnya kepada yang sudah kenal. Kalau tidak akan lewat temannya,” ucapnya.

Kepada penyidik, tersangka Ma mengaku sudah dua tahun mengedarkan obat-obatan terlarang itu. Dia tergiur dengan keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan yang sebagian dipakai untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.  “Sekitar dua tahun saya menjual kepada pelajar yang saya kenal,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 197 juncto 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman selama sembilan tahun penjara.

 

 


Editor : Kastolani Marzuki