Satu Tahun Jadi Budak Seks Ayah Tiri, Siswi SMA Ini Hamil 3 Bulan

Kismaya Wibowo, Kuntadi ยท Selasa, 12 Maret 2019 - 02:38 WIB
Satu Tahun Jadi Budak Seks Ayah Tiri, Siswi SMA Ini Hamil 3 Bulan

Remaja korban pencabulan ayah tiri di Gunungkidul kini hamil tiga bulan. (Foto: ilustrasi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Bejat. Kata itu pantas disematkan kepada Sad (56) warga Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dia tega mencabuli anak tirinya hingga hamil tiga bulan dengan iming-iming akan membelikan jaket dan menambah uang saku kepada korbannya.

Sad hanya bisa pasrah dan tertunduk malu ketika dihadirkan dalam rilis ungkap kasus yang dilaksanakan Polsek Semin, Senin (11/3/2019). Buruh harian lepas ini seperti menyesali perbuatannya. Kini setelah tega mencabuli anak tirinya, dia harus mendekam di balik terali besi ruang tahanan untuk mengikuti proses hukum.

Kapolsek Semin AKP Haryanto mengatakan terbongkarnya kasus ini, bermula saat korban B (17) yang tengah duduk di bangku kelas XI SMA mengeluhkan sakit perutnya. Dia tidak mengalami menstruasi dalam beberapa bulan ini.

Oleh ibunya diantarkan ke medis untuk mendapatkan pemeriksaan. Namun justru diketahui tengah hamil tiga bulan.  “Jadi korban itu mengeluh sakit dan diperiksakan baru diketahui dalam kondisi hamil,” ucapnya.

BACA JUGA: 6 Tahun Jadi Budak Seks Pasangan Ayah-Anak, Remaja Lahirkan 3 Bocah

Dari pengakuan pelaku, dia tidak kuasa menahan kemolekan anak tirinya. Dengan iming-iming akan dibelikan hadian berupa jaket, pelaku menggauli anak yang semestinya dilindungi. Dia juga menjanjikan kepada korban akan menambah uang saku jika mau menuruti nafsu bejatnya.

Aksi pencabulan itu dilakukan pelaku sejak tahun 2018. Sang anak tidak kuasa menolak permintaan ayah tirinya yang selalu memanfaatkan kondisi rumah yang kosong. “Alasannya pelaku ini tergoda kemolekan tubuh korban. Aksi ini sudah sejak 2018 lalu,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU No 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya selama 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki