Sehari, 2 Warga di Gunungkidul Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kuntadi ยท Jumat, 06 September 2019 - 01:45 WIB
Sehari, 2 Warga di Gunungkidul Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kasus gantung diri kembali menggegerkan warga Gunungkidul. (Foto: ilustrasi)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dua warga Gunungkidul, DIY mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Mereka ditemukan tewas gantung diri. kedua korban yakni, Sri Murtatik (50) warga Dukuh Pengkol 2, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo. Dia ditemukan tewas tergantung di pohon nangka tidak jauh dari rumahnya.

Satu korban lainnya yakni, Mugino (53) warga Dukuh Semuluh Kidul, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu yang tergantung di dalam kamar rumahnya.

Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo mengatakan, Sri Murtatik ditemukan tergantung di pohon nangka oleh tetangganya.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tabda penganiayaan. Di tubuhnya banyak ditemukan tanda-tanda orang bunuh diri seperti telinga berdarah, mengeluarkan kotoran dan beberapa tanda lain. Bahkan di bawah korban tergantung juga ada kursi plastik untuk berdiri.

"Tanda-tanda bunuh diri ada, dan ini murni kasua bunuh diri," kata Sunaryo, Kamis (5/9/2019).

Usai diperiksa tim medis, jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. 

"Diduga korban mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga. Bahkan dia juga meningalkan surat wasiat yang ditujukan kepada anak dan suaminya," kata kapolsek.

Dalam waktu hampir bersamaan,  Mugino ditemukan tergantung oleh Karsinem, istrinya. Ketika pulang dari arisan, saksi mendapati tubuh suaminya tergantung di dalam kamar rumahnya.

Sontak istrinya berteriak dan banyak tetangganya yang datang. Polisi yang tiba di lokasi bersama petugas puskesmas kemudian mengevakuasi korban dan mengolah tempat kejadian.

"Tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya," kata Kanit Reskrim Polsek Semanu, Iptu Sujino.

Dia menduga, Mugino nekat mengakhiri hidupnya karena sakit kandung kemih yang tak kunjung sembuh.

Korean diketahui sudah lama menderita penyakit tersebut dan sudah sering diperiksakan namun tak juga sembuh.


Editor : Kastolani Marzuki