Sekeluarga Terseret Ombak di Pantai Baru Bantul, Ayah dan Anak Hilang

Kuntadi ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 15:57 WIB
Sekeluarga Terseret Ombak di Pantai Baru Bantul, Ayah dan Anak Hilang

Tim SAR masih mencari dua korban yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Baru di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, Kamis (20/6/2019). (Foto: iNews/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Lima pengunjung Pantai Baru yang terletak di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, terseret ombak, Kamis (20/6/2019). Tiga di antaranya berhasil diselamatkan. Namun, dua korban yang merupakan ayah dan anaknya hilang dan hingga kini masih dicari.

Dua korban yang hilang yakni, Ferry Anto Eko Saputro (34) dan putrinya Freya Fajrina Dwi Saputri (7). Korban merupakan warga Ngebuk, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara korban selamat, istri Ferry, Ai Rohimah (30) bersama dua keponakannya Afdhal Firansyah dan Shela (17). Keduanya warga Rancaengkek, Bandung, Jawa Barat.

Kapolsek Srandakan Kompol Muryanto mengatakan, keluarga Ferry dan keponakanya berangkat dari Solo sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka memang bertujuan untuk berwisata di pantai yang ada di Bantul.

BACA JUGA:

Mandi di Laut, 2 Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Blitar

Hendak Tolong Orang, 2 Warga di Kebumen Hilang Terseret Ombak

Saat tiba di Pantai Baru ini, rombongan bermain air di pinggiran pantai. Namun, mendadak ada gelombang besar yang menyeret mereka. Korban Ferry berusaha menyelamatkan tiga orang. Saat dia berusaha menyelamatkan anaknya, Ferry malah ikut tergulung ombak.

“Sebenarnya mereka tidak mandi, hanya keceh (bermain air). Tapi, ada ombak besar menyeret dan ombak kedua lebih besar lagi,” kata Kompol Muryanto.

Sebelum kejadian, kata Muryanto, sebenarnya petugas SAR sudah mengingatkan kepada rombongan itu untuk tidak mandi dan bermain air. Lokasi ini dikenal memiliki palung yang dalam dan airnya tampak seperti dangkal.

“Petugas SAR sudah berusaha menyelamatkan, dan berhasil menyelamatkan ketiga korban selamat. Namun yang dua hilang,” katanya.

Ketiga korban selamat selanjutnya dirujuk ke puskesmas terdekat. Namun, mereka meminta dirujuk dan dirawat di RS UII yang ada di Kecamatan Pandak. “Sekarang kami masih melakukan pencarian bersama dengan TNI, tim SAR, dan relawan,” katanya.

Salah satu petugas SAR, Dwi Wiratmo mengatakan, upaya pencarian korban hilang saat ini fokus dengan menyisir kawasan pantai. Mereka dibagi dalam beberapa shift dan kelompok untuk menyisir sepanjang pantai.

“Saat ini kami fokus dengan penyisiran dulu. Kalau kondisinya memungkinkan, kami juga akan menggunakan perahu jukung,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan ada korban tenggelam. Sesuai dengan SOP pencarian, akan dilakukan selama tiga hari. Jika keluarga menginginkan penambahan masa pencarian, akan dilakukan secara fleksibel.

“Semoga lekas ketemu dan kami fokus pencarian dengan penyisiran dulu,” ujarnya.


Editor : Maria Christina