Selundupkan Ekstasi di BH, Perempuan Ini Ditangkap Petugas Bandara Adisutjipto

Kuntadi ยท Rabu, 28 Agustus 2019 - 18:32 WIB
Selundupkan Ekstasi di BH, Perempuan Ini Ditangkap Petugas Bandara Adisutjipto

Ditresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha menunjukkan barang bukti ratusan pil ekstasi yang dibawa tersangka RDA alias Acha. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Petugas Bandara Adisutjipto Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan butir pil ekstasi yang dibawa perempuan berinisial RDA alias Acha (23) warga Sulawesi Tengah.

Dalam aksinya, tersangka RDA memasukkan pil ekstasi ke dalam BH yang dipakainya untuk mengelabui petugas.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan tersangka ini diamankan pada 29 Juli lalu. Dia merupakan salah satu penumpang AirAsia dengan nomor penerbangan AK 346 dengan rute Kuala Lumpur-Yogyakarta.

“Saat dilakukan pemeriksaan kita temukan lima plastik berisi oat-obatan yang disembunyikan di dalam pakan dalam (BH),” katanya, Rabu (28/8/2019). 

Dia menuturkan, petugas sudah mencurigai tersangka karena gerak-geriknya mencurigakan. Ketika melewati pemeriksaan dilakukan pengecekan dan ditemukan barang-barang terlarang ini dibawa tersangka. Obat-obatan ini merupakan psikotropika jenis happy five dengan jumlah 484 butir. Sedangkan ekstasi yang ditemukan (inex) dengan jumlah 9,5 butir.   

BACA JUGA: Pengedar Narkoba Gunakan Dot Bayi sebagai Alat Hisap Sabu

“Atas temuan ini Acha bersama barang bukti dibawa oleh petugas Bea Cukai ke KPPBC Tipe Madya Pabean B Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan Iebih Ianjut, berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY,” katanya.

Kasus penyelundupan ekstasi itu telah ditangani Ditresnarkoba Polda DIY. Acha dijerat dengan kegiatan pemasukan (impor) Narkotika dan Psikotropika tanpa izin. Yaitu dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan PasaI 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. 

Direktur Reserse Narkoba, Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha, menyatakan,  hasil uji laboratorium menunjukkan barang-barang itu mengandung psikotropika dan ampetamin. Dia sudah empat kali membawa barang-barang tersebut dari Malaysia ke Indonesia. “Pengakuannya dibeli di tempat hibura malam disana (Malaysia),” ucapnya.

Dari pemeriksaan awal, dia mengaku akan dikonsumsi sendiri. Namun degan jumlah yang sangat banyak tidaklah mungkin. Apalagi dia merupakan salah satu pekerja di tempat hiburan di Surabaya.  

Acha, kata dia, juga sudah empat kali ke Malaysia untuk membeli obat-obatan ini. Uang yang dipakai diberikan oleh M (35) yang merupakan pacaranya. Hanya seperti apa keterlibatan M masih dalam pendalaman.


Editor : Kastolani Marzuki