Serap Aspirasi Pedagang, Caleg Perindo Blusukan ke Pasar di Kulonprogo

Kuntadi ยท Rabu, 13 Maret 2019 - 15:57 WIB
Serap Aspirasi Pedagang, Caleg Perindo Blusukan ke Pasar di Kulonprogo

Caleg Perindo Yosef Ari Wibowo melakukan sosialisasi kepada para pedagang pasar di Pasar Sentolo baru di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Rabu (13/3/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Partai Perindo blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Rabu (13/3/2019). Mereka ingin menyerap aspirasi dari para pedagang dan konsumen yang berbelanja.

Caleg Perindo Dapil DIY, Yosef Ari Wibowo mengatakan, dirinya telah mengunjungi sejumlah pasar tradisional yang ada di DIY. Di Kabupaten Kulonprogo, di telah mengunjungi Pasar Sribit, Nganggrung, hingga Pasar Sentolo baru maupun Pasar Sentolo lama.

“Bersama sejumlah caleg lain, setiap minggu saya selalu turun ke pasar-pasar untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi pedagang,” ujarnya.

Dia berharap pasar tradisional dipertahankan dari gempuran pasar modern yang terus tumbuh di pelosok-pelosok kecamatan. Selama ini, banyak pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung pasar tradisional. Mereka semakin terjepit dengan kehadiran pasar modern. Padahal, pasar tradisional menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat desa.

“Banyak yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di tempat ini, mulai dari pedagang, tukang parkir hingga petugas kebersihan dan penjaga malam,” ujarnya.

BACA JUGA:

Utamakan Sinergi, 5 Caleg Perindo Kompak Turun Bareng Sapa Warga

Bazar Murah Perindo Grobogan Hadirkan Beras Kualitas Super Asal Pati

Untuk itu, dia memiliki visi besar jika terpilih menjadi wakil rakyat di DPR RI. Caleg Perindo nomor urut 3 dapil DIY ini ingin mengembangkan pasar tradisional agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Dia akan mengupayakan agar pasar bisa tetap tumbuh dan menjadi sentral perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Caleg Partai Perindo untuk DPRD DIY Shinta Wulandari mengaku blusukan ke pasar merupakan salah satu cara sosialisasi yang efektif. Dia sengaja menyasar kaum ibu-ibu untuk mendulang suara.

Menurut Shinta, perempuan harus bisa maju dalam kondisi perekonomian yang semakin sulit. Perempuan jangan hanya menjadi ibu rumah tangga, tapi harus bisa kreatif mengembangkan usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

“Kami memotivasi para perempuan Indonesia untuk bisa mandiri dan memiliki usaha. Perindo juga terus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Saya kerap terlibat dalam pelatihan usaha ekonomi kreatif,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, tim kampanye juga membagikan kaos, kalender dan alat peraga kampanye yang lain. Mereka membaur dan menemui sejumlah pedagang untuk mengenalkan program dan visi yang akan diusung.

Salah satu pedagang, Cicik mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi seperti ini. Selain mendapatkan kaos, dia juga banyak mendapatkan motivasi agar maju dalam mengembangkan usaha. “Saat ini, kendala yang dihadapi pedagang adalah sepi pasar karena jumlah pengunjung yang terus berkurang,” kata Cicik.


Editor : Maria Christina