Siswa yang Menenteng Parang sambil Cari Guru Malu Sekolah sejak Videonya Viral

Kismaya Wibowo ยท Jumat, 13 September 2019 - 15:54 WIB
Siswa yang Menenteng Parang sambil Cari Guru Malu Sekolah sejak Videonya Viral

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kecamatan Ngawen, Sriyana B membujuk GR agar kembali bersekolah saat menemui siswa itu di rumahnya, Jumat (13/9/2019). (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Siswa SMP Negeri 5 Kecamatan Ngawen di Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang menenteng parang sambil mencari guru yang menyita ponselnya di sekolah, tidak mau bersekolah selama beberaa hari terakhir. Siswa berinisial GR tersebut mengaku merasa malu setelah aksinya yang direkam akhirnya viral di media sosial.

Menyikapi hal ini, pihak sekolah mendatangi rumah GR yang hanya berjarak 1 kilometer (km) dari sekolah, Jumat (13/5/2019). Mereka membujuk GR agar kembali sekolah. Pasalnya, sejak peristiwa yang akhirnya viral di media sosial mulai Rabu (11/9/2019), GR tidak pernah lagi ke sekolah. Sementara GR hanya tertunduk saat didatangi kepala sekolah dan gurunya di rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kecamatan Ngawen, Sriyana B menjelaskan bahwa kasus yang menimpa GR sudah selesai. Karena itu, tidak perlu lagi ada yang dipermasalahkan.

“Setelah peristiwa itu, anak ini belum masuk, tidak ada pamit, tidak ada izin, mungkin karena kondisi psikisnya,“ ujar Sriyana usai menemui GR dan keluarganya.

BACA JUGA:

Viral, Video Siswa SMP di Gunungkidul Cari Gurunya sambil Menenteng Parang

Pengakuan Siswa SMP Ngawen yang Bawa Parang: Saya Menyesal dan Minta Maaf

Sriyana mengatakan, pemulihan mental GR sangat diperlukan pascakejadian yang akhirnya viral di media sosial itu. Sebab, kasus itu membuat sang anak mengalami syok sehingga tidak mau bersekolah. Lagi pula, aksi GR yang viral itu juga dipengaruhi kondisi keluarganya. Karena itu, GR perlu mendapatkan pembinaan sehingga tidak putus sekolah.

“Kami terus memberikan pembinaan dan pendampingan karena kondisi psikis anak. Jangan sampai anak juga termarjinkan di sekolah. Karena itu, kami membujuk anak agar kembali bersekolah dan tidak putus sekolah,” kata Sriyana B.

Sriyana mengatakan, sekolah berjanji tidak akan mendiskriminasi GR jika kembali ke sekolah. Bahkan, sekolah akan membina serta memberikan pemahaman kepada teman-teman maupun guru agar tidak melakukan aksi bullying terhadap GR. Kasus yang menimpa GR juga diharapkan menjadi enjadi pembelajaran bagi pihak lain.

“Ini tadi saya sampaikan, Senin harus masuk. Saya sudah mengondisikan teman-teman dan bapak ibu guru, mari kita layani dengan baik, jangan dimarjinkan anak seperti ini, kan kasihan, jadi anak ini harus ditangani seara khusus sehingga pulih kembali semangat belajarnya,” kata Sriyana.

Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kecamatan Ngawen, Sriyana B, saat mendatangi rumah GR dan membujuknya kembali bersekolah, Jumat (13/9/2019). (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)


Diketahui, GR menjadi viral setelah videonya yang mendatangi sekolah sambil menenteng senjata tajam sejenis parang, viral di media sosial, sejak Rabu pagi (11/9/2019). GR tampak mencari guru yang telah menyita telepon seluler (ponselnya) di SMP Negeri 5 Kecamatan Ngawen. Akhirnya, ponsel yang itu dikembalikan oleh guru dengan cara dilempar dari dalam ruangan guru.

Kasus ini sebelumnya sudah berakhir damai. Dimediasi Polsek Ngawen, GR datang bersama orang tuanya, Tomo Sumito (65). Dia kemudian menandatangani surat pernyataan maaf kepada pihak sekolah dan guru. GR berjanji akan tunduk pada aturan sekolah.

GR juga mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Dia mengaku marah karena saat itu dia sedang bermain game dan terganggu dengan guru agamanya. “Saya menyesal dan meminta maaf pada bapak dan ibu guru,” ucapnya di Mapolsek Ngawen, Rabu, (11/9/2019).

GR juga mengaku malu dengan teman-temannya atas aksi yang viral di media sosial tersebut. “Saya masih ingin sekolah dan mau melanjutkan ke SMK,” katanya.


Editor : Maria Christina