Situs BKN Susah Diakses, Pendaftar CPNS di DIY Masih Minim

Kuntadi ยท Jumat, 05 Oktober 2018 - 03:51 WIB
Situs BKN Susah Diakses, Pendaftar CPNS di DIY Masih Minim

Seleksi penerimaan CPNS di DIY mengalami kendala akibat situs BKN lelet dan sulit diakses. (Foto: ilustrasi)

YOGYAKARTA,iNews.id – Jumlah pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY hingga saat ini masih sangat minim. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY mencatat hingga Kamis (4/10/2018) baru 800 pendaftar dari 766 formasi yang disediakan.

Masih minimnya jumlah pendaftar CPNS ini karena para pelamar kesulitan mengakses situs sistem pendaftaran yang lelet lantaran terkendala bandwidth. "Baru 800 saja yang mendaftar," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Agus Supriyanto.

Akibat keterbatasan jaringan bandwidth, kata Agus,banyak calon pendaftar yang tidak bisa masuk untuk melakukan login. Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya pendaftar yang berusaha masuk tetapi bandwidth-nya terbatas. “Lantaran terjadi crowded, sehinga berdampak minimnya jumlah pendaftar yang bisa masuk. Ini kewenangan di pusat, memang butuh dukungan hardware dan software yang lebih siap," tandasnya.

BACA JUGA:

Situs Pendaftaran CPNS Dikeluhkan karena Lelet, BKN Tambah Bandwith

Pemkot Yogya Buka 356 Formasi CPNS, BKD: Kuota Masih Jauh dari Usulan

Agus menyebutkan, dari sekitar 800 pendaftar baru bisa mengisi sekitar 500 posisi. Jumlah di setiap formasi pendaftarnya masih sangat minim. Beberapa formasi bahkan masih kosong alias belum ada yang mendaftar, seperti  formasi arsitek, dokter dan beberapa posisi guru. “Ada formasi yang hanya ada satu pendaftar saja. Meski begitu tidak serta merta pendaftar yang satu ini dipastikan diterima,” katanya.

Menurut Agus, ada standar nilai yang bisa dikomparasikan untuk menentukan calon ini bisa diterima. "Ada passing grade-nya, jadi tetap ada standar nilai," tandasnya.

Agus menjelaskan, pemerintah pusat sudah menyikapi masalah tersebut dengan memperpanjang batas waktu pendaftaran. Saat ini, batas akhir pendaftaran akan ditutup pada 15 Oktober 2018 mendatang. “Diharapkan mereka yang belium melakukan registrasi bisa melakukan dalam waktu yang lebih lama,” ucapnya. 


 


Editor : Kastolani Marzuki