Soal Nilai Ganti Rugi Lahan Jalur KA, Bupati Kulonprogo Siap Bantu Fasilitasi

Kuntadi ยท Kamis, 07 November 2019 - 23:30 WIB
Soal Nilai Ganti Rugi Lahan Jalur KA, Bupati Kulonprogo Siap Bantu Fasilitasi

Bupati Kulonprogo Sutedjo saat dilantik Gubernur DIY Sultan HB X di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Bupati Kulonprogo Sutedjo siap memfasilitasi pertemuan untuk pembebasan lahan jalur kereta api (KA) Bandara YIA. Khususnya antara warga Desa Kaligintung, Kecamatan Temon dengan tim appraisal pengadaan lahan.

Bukan tanpa alasan, hal ini menyusul tidak adanya kesepakatan selama proses pelepasan hak atas tanah. Warga menolak lantaran nilai ganti rugi yang diberikan dirasakan terlalu kecil.

“Harapan kami tentu hal ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Sutedjo, seusai dilantik menjadi bupati di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (7/11/2019).

BACA JUGA: Tolak Harga Lahan KA Bandara YIA, Warga Disarankan Ajukan ke Pengadilan

Menurutnya, Pemkab Kulonprogo tidak memiliki kewenangan dalam menyelesaikan masalah. Karena pengadaan lahan ini dilakukan langsung pemerintah pusat. Namun, pemkab memiliki kewajiban mencari solusi agar tercapai titik temu dengan warga yang lahannya terdampak.

“Kami siap fasilitasi agar ada titik temu. Namun bukan pemkab yang menentukan,” katanya.

Sutedjo melihat keberatan yang disampaikan warga masih dapat dikomunikasikan dan diambil titik temu. Sementara menyoal harga, dia tidak memiliki kompetensi dalam penaksiran.

“Nek iso lego musuh trimo (kalau bisa puas dan menerima) antara yang menentukan dengan warga. Kami hanya berusaha pertemukan dua pendapat yang masih berbeda,” tuturnya.

Sebelumnya, warga Desa Kaligintung belum bisa menerima penawaran tim appraisal pengadaan lahan untuk bandara. Warga erasa tahapan pengadaan lahan tak jelas dan memilih membubarkan diri dalam pertemuan di balai desa tersebut. Apalagi besaran nilai ganti rugi yang disampaikan masih berada di bawah harga pasaran.

Warga berharap agar tahapan penilaiannya dikaji ulang. Banyak warga yang tidak mengetahui selama proses pendataan. Mereka meyakini ada beberapa nilai ekonomis yang belum dihitung dalam penilaian tim tersebut.

“Sebenarnya warga disini mendukung (kereta bandara). Mereka rela melepas tanah untuk kepentingan umum. Tetapi ya harus bemartabat,” kata tokoh masyarakat Kaligintung Wasiludin.

Bahkan sebenarnya, tak ada warga yang ingin menjual lahan mereka. Karena tanah ini merupakan warisan dari nenek moyangnya. Namun di sisi lain, mereka ingin mendukung program pemerintah.


Editor : Donald Karouw