Soal SKT FPI, Mahfud MD: Kalau Tidak Sesuai UU Ormas Pasti Tidak Bisa Diproses

Kuntadi ยท Jumat, 29 November 2019 - 00:30 WIB
Soal SKT FPI, Mahfud MD: Kalau Tidak Sesuai UU Ormas Pasti Tidak Bisa Diproses

Pemerintah masih mengkaji SKT FPI apakah sudah sesuai UU Ormas atau tidak. (Foto: Okezone)

SLEMAN, iNews.id - Menko Polhukam Mahfud MD berharap permasalahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas untuk dicocokkan dengan regulasi yang ada. Menurut Mahfud, suara yang berkembang di media sosial tidak perlu direspons dan lebih penting mencocokkan AD/ART aturan yang ada.

“Itu (tidak diperpanjang) kan suara di medos, kita lihat perkembangan nanti,” kata Mahfud MD di rumahnya, di Sambilegi, Maguwoharjo, Sleman, Kamis (28/11/2019).

Guru Besar Hukum UII itu mengatakan, Indonesua adalah negara demokrasi. Siapa pun boleh dan membentuk organisasi massa (ormas) untuk identifikasi perjuangannya.

BACA JUGA: Mendagri Tito Karnavian: SKT FPI Belum Terbit karena Visi Misi dan AD/ART

Namun ada aturan hukum yang harus dipenuhi dengan mendasarkan pada ideologi negara. “Organisasi boleh tapi tidak melanggar ideologi. Nanti akan diukur kriterianya,” katanya.

Untuk FPI, kata Mahfud, saat ini masih dalam tahap penelitian. Apakah aturannya sudah sesuai dengan regulasi atau tidak. Sehingga nantinya akan dicocokkan sebagai dasar keputusan.Selama ini dalam AD/ART FPI disusun pada 2013.

Sementara pemerintah pada 2017 telah mengeluarkan UU Ormas yang berlaku sejak 2018. Sehingga apakah AD/ART yang ada di dalam FPI sesuai tidak dengan isi UU Ormas. “Sehingga nanti akan saling cocokkan. FPI AD/ART-nya lama apakah sesuai UU Ormas atau tidak,” ucapnya.  

Jika nanti dalam isinya sesuai, kata Mahfud, tentu tidak ada permasalahan. Namun jika bertentangan pasti tidak bisa diproses.

Mahfud melihat tidak ada kejadian signifikan di Papua menjelang peringatan Papua Merdeka pada 1 desember mendatang. Jika ada hanya letupan-letupan kecil saja. “Kita sudah ada SOP-nya. Biasalah kalau ada hanya letupan-letupan kecil,” ucapnya. 


Editor : Kastolani Marzuki