Suhu Udara Panas di DIY, Begini Penjelasan BMKG

Kuntadi ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 12:48 WIB
Suhu Udara Panas di DIY, Begini Penjelasan BMKG

Ilustrasi suhu. (Foto: Istimewa)

SLEMAN, iNews.idSuhu udara di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari terakhir dirasakan cukup panas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu pada siang hari dapat mencapai 32 derajat celcius. Sementara suhu minimum pada malam sampai pagi hari berkisar 23-24 derajat celcius.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum mengatakan, cuaca panas ini disebabkan adanya kandungan uap air (RH) yang cukup besar di udara. Hal ini menyebabkan proses penguapan hingga pembentukan awan hujan yang sedikit.

“Kondisi ini menyebabkan radiasi balik bumi ke atmosfer tertahan awan. Akibatnya tidak bisa keluar bebas ke angkasa tetapi dipantulkan kembali ke bumi. Inilah yang menyebabkan suhu udara di bumi terasa lebih gerah,” ujarnya, Rabu (3/12/2019).

BACA JUGA: BMKG Sebut Bali Tidak Masuk Wilayah Bersuhu Ekstrem

Menurutnya, hasil pantauan curah hujan di wilayah Yogyakarta, umumnya terjadi pada spot tertentu atau belum merata. Hujan paling banyak terjadi di wilayah Sleman dan Kulonprogo, khususnya bagian utara hingga tengah. Di mana catatan BMKG Staklim Mlati, curah hujan mencapai di atas 50 mm/dasarian.

“Diprediksi curah hujan sedikit demi sedikit akan mulai meningkat di Bulan Desember ini,” kata Etik.

Dia mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan kategori sedang hingga lebat, yang disertai petir dan angin kencang. “Kami minta masyarakat untuk memotong cabang pohon yang sudah tua agar tidak roboh,” ucapnya.

Pantauan iNews.id, hari ini hujan disertai angin kencang mengguyur wilayah Prambanan, Sleman. Akibatnya sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah dan menutup jalan. Selain itu ada juga sebagian atap rumah warga yang terbuat dari asbes ikut terbawa angin.


Editor : Donald Karouw