Sumber Air Mengering, BPBD Gunungkidul Ambil Air hingga ke Luar Daerah

Kuntadi ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 19:21 WIB
Sumber Air Mengering, BPBD Gunungkidul Ambil Air hingga ke Luar Daerah

Warga Gunungkidul mengambil air bersih di salah satu sumber air secara bergiliran. (Foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.idBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul semakin kesulitan mendistribusikan air bersih ke warga akibat sejumlah sumber air bersih di wilayah itu mengering.

BPBD pun terpaksa mengambil air bersih hingga ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau.

Kepala BPBD Gunungkidul Edi Basuki, mengatakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, 355 Telaga di Gunungkidul Terancam Kering

Menurut dia, sudah sekitar lima bulan, wilayah Gunungkidul tidak ada hujan. “Sudah lima bulan ini, tidak ada hujan. Kemarau tahun ini lebih panjang,” katanya, Selasa (1/10/2019).

Edi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih diambilkan dari beberapa sumber mata air. Tahun lalu memasuki bulan Oktober beberapa sumber air di Karangmojo, Ngembel ataupun di Pracimantoro airnya masih melimpah.

Namun sekaran sudah mulai surut. Bahkan harus antri ketika akan mengambil. “Karena antre, distribusinya juga menjadi lebih lama,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Gedangsari dan Patuk, kata dia, BPBD mengambil air di Kecamatan Piyungan, Bantul. Sementara di Kecamatan Purwosari, diambilkan dari Parangtritis, Bantul.

Dia menyebutkan, jumlah warga terdampak kekeringan di Gunungkidul, tercatat mencapai 135.000 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan.

BACA JUGA: Alami Kekeringan, Warga Gunungkidul Berebut Bantuan Air Bersih

Pemkab Gunungkidul telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Anggaran untuk droping air bersih juga masih ada dan cukup untuk kebutuhan hingga 12 hari ke depan.


Editor : Kastolani Marzuki